Kompas.com - 11/06/2014, 12:38 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com — Hampir setiap orang sudah mengetahui konsumsi soda berlebihan tidak terlalu baik bagi kesehatan. Kendati demikian, masih banyak orang yang memfavoritkan minuman bersoda sebagai senjata penghilang dahaga. Sebuah studi baru memaparkan hasil yang membeberkan penyebab minuman bersoda lebih tidak sehat dari yang dipikir sebelumnya.

Studi tersebut menemukan, minuman bersoda mengandung fruktosa yang seharusnya tidak dikonsumsi secara berlebihan. Pasalnya, fruktosa diproses di organ hati yang dikonversi menjadi lemak yang meningkatkan risiko diabetes, penyakit kardiovaskular, dan penyakit hati.

Dalam label nutrisi, gula hanyalah gula. Namun, dalam metabolisme tubuh, ada dua jenis molekul berbeda, tetapi sama-sama disebut dengan gula, yaitu glukosa dan fruktosa. Meski sama-sama manis, keduanya mengalami metabolisme dengan cara yang berbeda dalam tubuh.

Glukosa lebih mudah mengalami metabolisme dan merupakan pemberi energi terbesar pada tubuh. Sementara fruktosa hanya bisa diproses di hati dan berhubungan dengan diabetes tipe-2 dan obesitas.

Menurut peneliti studi, fruktosa sebenarnya tidak perlu dihindari. Pasalnya, fruktosa juga ada pada buah yang bermanfaat bagi tubuh. Namun, orang cenderung mengonsumsi fruktosa lebih banyak jika ditambah dari minuman bersoda.

Dalam soda, terdapat lebih banyak fruktosa dari yang dipikir sebelumnya. Umumnya industri minuman bersoda memproduksi minuman dengan kadar fruktosa 55 persen dari total kandungan gula, bahkan bisa lebih pada beberapa merek lainnya.

Sebagian merek yang dites bahkan mengandung kadar gula yang lebih tinggi daripada yang tercantum pada tabel nutrisinya. Sebagian lagi tidak mencantumkan fruktosa pada labelnya.

Banyak studi membuktikan, konsumsi berlebihan minuman bersoda memberikan kontribusi peningkatan risiko diabetes tipe-2 dan obesitas. Hal Ini berhubungan dengan kandungan fruktosa yang tinggi di dalam minuman jenis itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tips untuk Menjaga Kesehatan Usus

Tips untuk Menjaga Kesehatan Usus

Health
7 Gejala Kanker Usus dan Penyebabnya

7 Gejala Kanker Usus dan Penyebabnya

Health
6 Faktor Risiko Kanker Ovarium

6 Faktor Risiko Kanker Ovarium

Health
5 Masalah Payudara Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

5 Masalah Payudara Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

Health
Panduan Singkat untuk Perawatan Bayi Baru Lahir

Panduan Singkat untuk Perawatan Bayi Baru Lahir

Health
6 Cara Mencegah Kanker Usus yang Penting Dilakukan

6 Cara Mencegah Kanker Usus yang Penting Dilakukan

Health
8 Penyebab BAB Keras dan Cara Mengatasinya

8 Penyebab BAB Keras dan Cara Mengatasinya

Health
Apakah Mata Belekan pada Bayi Normal?

Apakah Mata Belekan pada Bayi Normal?

Health
Kanker Payudara Stadium 1, Apa Bisa Sembuh?

Kanker Payudara Stadium 1, Apa Bisa Sembuh?

Health
9 Herbal Penghilang Rasa Sakit Alami

9 Herbal Penghilang Rasa Sakit Alami

Health
10 Cara Mengobati Ambeien Secara Alami

10 Cara Mengobati Ambeien Secara Alami

Health
Kapan Waktu yang Tepat untuk Cabut Gigi Bungsu?

Kapan Waktu yang Tepat untuk Cabut Gigi Bungsu?

Health
Perbedaan Kanker Ovarium dan Kanker Serviks

Perbedaan Kanker Ovarium dan Kanker Serviks

Health
Persiapan sampai Perawatan Pasca-operasi Gigi Bungsu

Persiapan sampai Perawatan Pasca-operasi Gigi Bungsu

Health
11 Penyebab Hipertensi dalam Kehamilan dan Cara Menurunkannya

11 Penyebab Hipertensi dalam Kehamilan dan Cara Menurunkannya

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.