Kompas.com - 17/07/2014, 18:52 WIB
Ilustrasi shutterstockIlustrasi
EditorLusia Kus Anna

TANYA:
Siang dokter, saya seorang istri yang sudah menikah selama setahun. Saat ini kami belum memiliki anak. Saya ingin mendengar pendapat dokter tentang suami saya, nafsu seksnya cukup tinggi dan hampir setiap hari ingin berhubungan.

Terus terang saya merasa kewalahan karena kami sama-sama bekerja dan terkadang saya kecapekan. Saya lebih suka berhubungan seks 2 kali seminggu tapi saya takut suami pindah ke lain hati kalau tidak dilayani. Apakah suami saya termasuk hiperseks ya dok? Bagaimana efeknya pada laki-laki kalau ia tidak berhubungan? Terima kasih dok untuk penjelasannya.

Wina (29), Bandung

JAWAB:
Frekuensi hubungan seksual dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu dorongan seksual, waktu yang cukup, dan kualitas hubungan seksual sebelumnya. Sedang dorongan seksual dipengaruhi olah hormon testosteron, kondisi kesehatan, faktor psikis, dan pengalaman seksual sebelumnya.

Tampaknya faktor itu mendukung suami Anda sehingga ingin melakukan hubungan seksual yang sering. Tidak ada alasan menyatakan suami Anda seorang hiperseks. Tetapi tentu harus mempertimbangkan kondisi Anda. Kalau Anda merasa tidak nyaman dengan frekuensi yang sering itu sebaiknya bicarakan dengan suami. Tetapi kalau Anda juga dapat menikmati frekuensi yang sering itu, silakan saja lakukan karena tidak masalah.

Namun dengan frekuensi yang setiap hari, sebenarnya kurang baik kalau tujuannya untuk menghasilkan kehamilan. Mengapa? Dengan hubungan seksual setiap hari, kualitas dan kuantitas sperma menjadi berkurang, dan ini menghambat terjadinya kehamilan.  

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Kista Ginjal
Kista Ginjal
PENYAKIT
Cacingan
Cacingan
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

Health
Herniasi Otak

Herniasi Otak

Penyakit
Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Health
Insufisiensi Mitral

Insufisiensi Mitral

Penyakit
Pahami, Ini Dampak Stres Pada Penderita Diabetes

Pahami, Ini Dampak Stres Pada Penderita Diabetes

Health
Sindrom Sjogren

Sindrom Sjogren

Penyakit
Apakah Boleh Suntik Vaksin Covid-19 saat Haid?

Apakah Boleh Suntik Vaksin Covid-19 saat Haid?

Health
Lupus Nefritis

Lupus Nefritis

Penyakit
Bisakah Anak-Anak Mengalami Gangguan Bipolar?

Bisakah Anak-Anak Mengalami Gangguan Bipolar?

Health
Karsinoma Nasofaring

Karsinoma Nasofaring

Penyakit
Kenali Berbagai Gejala Gangguan Bipolar

Kenali Berbagai Gejala Gangguan Bipolar

Health
Pseudobulbar Affect (PBA)

Pseudobulbar Affect (PBA)

Health
10 Penyebab Kram Perut dan Cara Mengatasinya

10 Penyebab Kram Perut dan Cara Mengatasinya

Health
Mengenal Beda Diabetes Tipe 1 dan Diabetes Tipe 2

Mengenal Beda Diabetes Tipe 1 dan Diabetes Tipe 2

Health
10 Cara Mengatasi Tenggorokan Gatal dan Batuk

10 Cara Mengatasi Tenggorokan Gatal dan Batuk

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.