Kompas.com - 18/07/2014, 09:30 WIB
/Ilustrasi Shutterstock/Ilustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com -
Bahan pangan organik selama ini dipilih orang yang ingin mendapatkan sumber pangan yang lebih alami. Ini karena pangan organik ditanam tanpa penggunaan pestisida. Namun sebuah tinjauan baru menemukan, bahan pangan organik mungkin juga lebih sehat.
 
Studi tersebut mengemukakan, bahan pangan organik mengandung lebih banyak antioksidan, residu pestisida yang lebih sedikit, dan kandung kadmium metal toksik yang lebih rendah kadarnya dibandingkan dengan bahan pangan non-organik.
 
Penulis studi Charles Benbrook yang juga profesor di Center for Sustaining Agriculture and Natural Resources di Washington State University mengatakan, bahan makanan dari tanaman yang ditanam secara organik mengandung peningkatan manfaat nutrisi yang signifikan, serta pengurangan risiko paparan kadmium dan pestisida.
 
Benbrook mengatakan, studi baru ini menemukan hasil yang lebih spesifik untuk nutrisi dalam bahan pangan organik dan kadar kadmium dalam pangan non-organik daripada studi yang sebelumnya. Pada 2012, American Academy of Pediatrics mengungkapkan, bahan pangan organik lebih sehat daripada yang non-organik.
 
Dalam studi baru yang dipublikasi dalam British Journal of Nutrition tersebut, para peneliti menganalisis 343 studi lainnya. Rata-rata kadar antioksidan meningkat 17 persen pada pangan organik daripada pangan non-organik. Beberapa senyawa antioksidan itu adalah flavonon, flavonol, dan antosianin.
 
Peneliti percaya, antioksidan dapat melindungi sel tubuh dari kerusakan karena merokok, stres, dan konsumsi daging olahan yang berisiko tinggi mengandung elemen-elemen berbahaya bagi tubuh.
 
Kendati demikian, hasil studi ini masih menjadi kontroversi pada sebagian ahli. Carl Winter, wakil ketua departemen ilmu dan teknologi pangan dari University of California mengatakan, pertanyaan yang paling penting terkait toksisitas adalah seberapa banyak kadmium yang memapar tubuh, bukan pada perbedaan kadarnya pada pangan organik dengan non-organik.
 
"Sedangkan, kandungan residu pestisida pada bahan pangan organik tidaklah terlalu mengejutkan. Pasalnya memang bahan pangan organik ditanam dan ditumbuhkan tanpa pestisida," ujarnya.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber HEALTHDAY
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Health
Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Health
10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

Health
Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Health
Sindrom Steven-Johnson

Sindrom Steven-Johnson

Penyakit
Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Health
Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Health
Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Health
Apa Penyebab Kulit Kering?

Apa Penyebab Kulit Kering?

Health
4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

Health
8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

Health
Sindrom Asperger

Sindrom Asperger

Penyakit
Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.