Kompas.com - 23/07/2014, 15:39 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

 

 

KOMPAS.com - Keinginan Nina Verawati untuk berlebaran di kampungnya di Ciawi, Bogor, tahun ini harus ditepisnya. Ia bersama dengan putranya, Haidar Shofwan, untuk ketiga kalinya harus berlebaran di rumah singgah yang disediakan Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI).

Haidar (8) merupakan pasien kanker ginjal yang sedang menjalani pengobatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Kondisi Haidar terbilang buruk. Walau salah satu ginjalnya yang terkena kanker sudah diangkat, tapi kanker sudah menyebar dan menekan tulang punggungnya sehingga bagian bawah tubuh bawahnya lumpuh.

Haidar kini harus menggunakan kursi roda dan divonis tidak bisa berjalan lagi. "Butuh keajaiban supaya Haidar bisa berjalan kembali, tapi kami akan terus berjuang. Alhamdulillah, Haidar juga semangat anaknya, ia jadi anak kesayangan di sini karena aktif dan ceria," tutur Nina.

Senin (21/7/14) Sore itu Haidar dan anak-anak pasien kanker lainnya tampak asyik bernyanyi dengan Mavita Laviza Afgan (3) yang akrab disapa dengan Vita. Seperti halnya Haidar, Vita dan keluarganya tahun ini juga akan berlebaran di rumah singgah.

Vita ditemani sang bunda sudah menempati rumah singgah tersebut sejak setahun lalu. Vita merupakan penderita kanker mata atau retinoblastoma. Perban yang menutupi salah satu matanya tak menghalangi keceriaan bocah yang berperawakan kecil tersebut.

Setelah menjalani 8 kali kemoterapi, kondisi Vita memang mulai membaik. Meski begitu, ibu Vita memilih untuk tetap berada di rumah singgah untuk meneruskan pengobatan sementara keluarganya berada di Belitung. Ini adalah lebaran pertamanya di rumah singgah.

"Lebih baik di sini saja. Lagipula ada beberapa (anak dan pendampingnya) yang enggak pulang, jadi bisa lebaran sama-sama di sini," katanya.

Menurut Nina, berlebaran bersama-sama di rumah singgah tidak begitu buruk. Beberapa anak dan pendampingnya yang tidak pulang biasanya akan berjalan-jalan ke tempat wisata di Jakarta, misalnya ke Monas. Bahkan mereka juga bergotong royong memasak masakan khas lebaran untuk menciptakan suasana lebaran.

Sebagian anak memang harus menjalani terapi yang jadwalnya bertepatan, atau sangat mendekati dengan hari lebaran karena masih pengobatan tahap awal.

Kondisi itu salah satunya dialami Ridho Akbar. Tahun 2013 lalu ia juga berlebaran di rumah singgah karena masih harus rawat inap di RSCM setelah menjalani terapi kanker leukemia limfoblastik.

Halaman:
Baca tentang

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.