Kompas.com - 19/08/2014, 13:49 WIB
Ilustrasi. SHUTTERSTOCKIlustrasi.
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Gangguan bipolar merupakan penyakit kejiwaan yang ditandai dengan perubahan nuansa hati (mood) yang ekstrem. Gejala gangguan bipolar terdiri dari dua episode utama yaitu mood elasi yang disebut dengan manik dan mood depresi. Karena ada depresi, terkadang orang dengan gangguan bipolar mendapat diagnosis yang keliru menjadi depresi mayor.

Saat terdiagnosis dengan depresi, terapi obat-obatan yang digunakan adalah pemberian antidepresan. Padahal obat-obatan antidepresan bukanlah obat yang tepat untuk gangguan bipolar dan justru akan memperburuk kondisi.

Nurmiati Amir, psikiater dari Departemen Psikiatri FKUI/RSCM, mengatakan, kalau antidepresan diberikan pada orang dengan gangguan bipolar justru akan memicu episode manik. "Obat depresi mayor dengan gangguan bipolar berbeda. Maka orang dengan gangguan bipolar tidak akan menunjukkan respons yang baik jika diberikan obat yang salah," ujarnya pekan lalu di Jakarta.

Jika penggunaan antidepresan diteruskan, maka akan terjadi siklus yang cepat antara episode manik dan depresi atau yang disebut dengan rapid cycling. Seseorang dengan gangguan bipolar dikatakan mengalami rapid cycling bila ia mengalami paling tidak empat kali siklus dalam setahun. Satu kali siklus dimaksudkan untuk pergantian antara episode manik dan depresi.

Salah diagnosis gangguan bipolar biasanya terjadi karena episode yang sering ditemukan di awal adalah depresi. Bahkan episode ini bisa terjadi berulang-ulang sebelum episode manik muncul. Khususnya pada wanita.

Obat-obatan yang digunakan untuk gangguan bipolar adalah obat golongan mood stabilizer. Kerja obat ini adalah untuk menekan perubahan mood antara manik dan depresi.

Obat-obatan mood stabilizer antara lain terdiri dari mineral seperti litium, dan anti-konvulsan. Sejauh ini hanya obat-obatan tersebut yang memberikan dampak untuk pengobatan gangguan bipolar. Menurut Nurmiati, belum ada obat-obatan herbal untuk mengatasi gangguan bipolar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Skizoafektif
Skizoafektif
PENYAKIT
Gangguan Makan
Gangguan Makan
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Program Hamil untuk Haid Tidak Teratur sesuai Penyebabnya

3 Program Hamil untuk Haid Tidak Teratur sesuai Penyebabnya

Health
Gejala HIV pada Pria dan Wanita

Gejala HIV pada Pria dan Wanita

Health
Granuloma Inguinale (Donovanosis)

Granuloma Inguinale (Donovanosis)

Penyakit
17 Gejala Kanker Sinus yang Perlu Diwaspadai

17 Gejala Kanker Sinus yang Perlu Diwaspadai

Health
Abses Hati

Abses Hati

Penyakit
11 Penyebab Kekurangan Kalium

11 Penyebab Kekurangan Kalium

Health
Presbiopia

Presbiopia

Penyakit
3 Cara Mengendalikan Serangan Panik

3 Cara Mengendalikan Serangan Panik

Health
Stenosis Mitral

Stenosis Mitral

Penyakit
Mengenal Agregasi Trombosit, Tes untuk Mendeteksi Fungsi Trombosit

Mengenal Agregasi Trombosit, Tes untuk Mendeteksi Fungsi Trombosit

Health
Narsistik

Narsistik

Penyakit
4 Penyebab Bronkiolitis yang Perlu Diwaspadai

4 Penyebab Bronkiolitis yang Perlu Diwaspadai

Health
Paronikia

Paronikia

Penyakit
Bahaya Memakai Masker Kotor

Bahaya Memakai Masker Kotor

Health
Tendinitis

Tendinitis

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.