Kompas.com - 02/09/2014, 11:52 WIB
Ilustrasi tinggi badan ibu dan anak SHUTTERSTOCKIlustrasi tinggi badan ibu dan anak
|
EditorLusia Kus Anna


KOMPAS.com -
Kecerdasan seseorang seringkali berkorelasi dengan tinggi badan, sehingga orang bertubuh tinggi rata-rata lebih cerdas. Namun tokoh-tokoh yang dikenal cerdas ada juga yang bertubuh pendek, sebut saja B J Habibie atau Jusuf Kalla.

Menurut Guru Besar Bidang Ilmu Gizi Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Endang L Achmadi, sebagian orang bertubuh pendek memang ada yang cerdas, namun jumlahnya sangat sedikit. Rata-rata orang yang kurang gizi sehingga petumbuhannya tidak berjalan optimal lebih kurang cerdas dibandingkan mereka yang cukup gizi.

"Orang yang bertubuh pendek tapi cerdas sering dijadikan alasan (supaya tidak perlu merisaukan tinggi badan), padahal itu hanya pengecualian yang jumlahnya sedikit. Rata-rata anak stunting atau pendek perkembangan otaknya tidak optimal," jelas dia dalam Nutritalk yang bertajuk "1.000 Hari yang Menentukan Masa Depan Bangsa" di Yogyakarta, Sabtu (30/8/2014).

Stunting adalah istilah untuk tubuh pendek. Stunting biasanya terjadi bila seseorang mengalami kekurangan gizi, khususnya di awal kehidupannya, yaitu 1.000 hari pertama kehidupan.

Kekurangan gizi di awal kehidupan akan menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan fisik terganggu, termasuk organ-organ seperti otak dan jantung. Maka kecerdasan pun terkena dampak bila gizi tak dipenuhi di 1.000 hari pertama kehidupan.

"Anak yang kurang gizi selain stunting, juga tidak tangkas berpikir, bahkan berisiko lebih tinggi terkena penyakit kronik di kemudian hari," ucap Endang.

Di awal kehidupannya, seorang individu tumbuh dan berkembang dengan sangat pesat. Sebagai gambaran, hingga usia dua tahun, pertumbuhan dan perkembangan otak sudah mencapai sekitar 80 persen otak orang dewasa. Bila tumbuh kembang anak tidak optimal pada masa ini, maka akan sulit dikejar di waktu-waktu selanjutnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.