Kompas.com - 29/09/2014, 08:00 WIB
Ilustrasi penyakit rabies ShutterstockIlustrasi penyakit rabies
|
EditorLusia Kus Anna
KOMPAS.com — Jangan sepelekan gigitan hewan seperti anjing, kucing, monyet, atau kera. Hewan-hewan ini paling rentan menularkan virus rabies kepada manusia melalui luka gigitan hingga cakaran.

Ketika digigit, tak ada yang tahu pasti apakah hewan tersebut menderita rabies. Untuk itu, segera lakukan pertolongan pertama ketika digigit hingga dicakar oleh hewan-hewan tersebut. Pertolongan pertama yang dapat dilakukan ialah segera mencuci luka gigitan atau cakaran dengan sabun maupun detergen dengan air yang mengalir selama 10-15 menit.

"Tindakan pertolongan harus cepat. Jika sudah terinfeksi virus rabies, angka kematiannya 100 persen," ujar Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan RI, Agus Purwadianto, dalam acara memperingati Hari Rabies Sedunia di Jakarta, Minggu (28/9/2014).

Pertolongan berikutnya ialah segera memberikan antiseptik pada luka gigitan. Jika dua hal tersebut telah dilakukan, pergilah ke puskesmas atau rumah sakit terdekat untuk pertolongan berikutnya. Anda bisa diberikan vaksin antirabies (VAR) atau serum antirabies (SAR).

Selain itu, langsung periksakan juga hewan yang telah menggigit. Virus rabies berbahaya karena menyebabkan infeksi akut pada susunan saraf pusat manusia. Mereka yang positif rabies biasanya mengalami gejala mual, demam, nyeri di tenggorokan, dan gelisah. Penderita rabies juga takut air, cahaya, dan angin, serta produksi air liur yang berlebihan.

Untuk mencegah virus ini, peliharalah hewan Anda dengan baik dan memberinya vaksin. Pemilik hewah, pengasuh, maupun orang-orang yang tinggal di sekitar hewan tersebut juga perlu diberi vaksin antirabies. Pemberian vaksin dinilai 100 persen mampu mencegah penularan virus rabies.

"Vaksinasi bagi pemilik hewan dapat mencegah penularan penyakit dari hewan ke manusia," ujar Karin Franken dari Jakarta Animal Aid Network (JAAN).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berdasarkan data Badan Kesehatan Dunia (WHO), kasus gigitan hewan penular rabies di Indonesia dari tahun ke tahun mengalami penurunan. Tahun 2012 terjadi sebanyak 84.750 kasus dan menjadi 65.097 kasus pada 2013. Pemerintah pun mencanangkan Indonesia Bebas Rabies pada 2020.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Cara Meningkatkan Hemoglobin dalam Darah

4 Cara Meningkatkan Hemoglobin dalam Darah

Health
Nyeri Panggul

Nyeri Panggul

Penyakit
7 Cara Mengobati Prostatitis dengan Obat, Perawatan Medis, dan Alami

7 Cara Mengobati Prostatitis dengan Obat, Perawatan Medis, dan Alami

Health
Nyeri Dada

Nyeri Dada

Penyakit
17 Penyebab Sel Darah Putih Tinggi, Bisa Tanda Infeksi sampai Kanker

17 Penyebab Sel Darah Putih Tinggi, Bisa Tanda Infeksi sampai Kanker

Health
Hernia Hiatus

Hernia Hiatus

Penyakit
Mual Muntah Tanda Kehamilan, Apakah Bisa Jadi Berbahaya?

Mual Muntah Tanda Kehamilan, Apakah Bisa Jadi Berbahaya?

Health
Batuk Kering

Batuk Kering

Penyakit
Minum Air Dingin Setiap Hari, Apakah Buruk bagi Kesehatan?

Minum Air Dingin Setiap Hari, Apakah Buruk bagi Kesehatan?

Health
Katatonia

Katatonia

Penyakit
Tak Hanya Kanker, Ini 3 Penyebab Munculnya Benjolan di Tubuh

Tak Hanya Kanker, Ini 3 Penyebab Munculnya Benjolan di Tubuh

Health
Aneurisma Aorta Abdominalis

Aneurisma Aorta Abdominalis

Penyakit
Penyebab Bisul dan Faktor Risikonya

Penyebab Bisul dan Faktor Risikonya

Health
Pleuritis

Pleuritis

Penyakit
Deodoran Bisa Memicu Kanker Payudara, Begini Alasannya

Deodoran Bisa Memicu Kanker Payudara, Begini Alasannya

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.