Kompas.com - 09/10/2014, 07:20 WIB
Ilustrasi, SHUTTERSTOCKIlustrasi,
|
EditorLusia Kus Anna


KOMPAS.com -
Ternyata ada penjelasan menarik mengapa seorang anak memiliki tubuh lebih pendek dibandingkan saudara-saudaranya. Hal ini terungkap dari sebuah penelitian di University Exeter, Inggris.

Para ilmuwan dari University of Exeter melakukan penelitian untuk mencari faktor-faktor yang menentukan tinggi badan seseorang. Penelitian itu menemukan seperlima faktor genetika yang menyebabkan perbedaan tinggi badan di antara kakak beradik, salah seorang yang paling pendek "apes" karena mewarisi sejumlah "gen pendek".

Mereka juga menemukan nutrisi yang lebih baik ternyata hanya punya pengaruh seperlima terhadap tinggi badan. Sisanya diturunkan dari genetik dari satu generasi ke generasi lain.

Studi yang termasuk terbesar untuk jenisnya dalam sejarah ini juga mengungkapkan lebih dari separuh faktor-faktor yang menentukan tinggi badan dapat dijelaskan dengan variasi genetik sederhana, perbedaan di antara populasi-populasi yang berbeda.

Dengan menentukan DNA dari lebih 250 ribu orang Eropa, peneliti dari konsorsium internasional GIANT meneliti lebih dari dua juta faktor genetik umum yang dibagikan oleh paling tidak lima persen peserta.

Dari situ mereka menemukan 697 varian genetik di 424 daerah genome, materi genetik organisme yang terkait dengan tinggi badan. Sebelum 2007 secara virtual belum diketahui satu hal pun dari lapangan penelitian ini.

Prof. Tim Frayling dari Exeter Medical School mengatakan,"Sudah diketahui bahwa seseorang yang dilahirkan dari orang tua jangkung cenderung punya tubuh jangkung. Sebagian besar dari hal itu diturunkan dari variasi sekuen DNA yang kita warisi dari orang tua, versi berbeda dari keseluruhan gen kita."

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Di 2007 kami menerbitkan paper pertama yang mengidentifikasi gen tinggi badan umum pertama dan sejak itu riset menemukan lompatan-lompatan baru. Kami sekarang sudah mengidentifikasi hampir 700 varian genetik yang terlibat dalam penentuan tinggi badan. Hal ini masih jauh dari pemenuhan keingintahuan ilmiah yang mungkin berdampak nyata terhadap pengobatan penyakit yang dipengaruhi tinggi badan seperti osteoporosis, kanker atau penyakit jantung," katanya.

Ia mengatakan hasil penelitian ini bakal meyakinkan orang tua yang cemas anak-anak mereka tak bakal tumbuh seperti diharapkan. Mereka hanya "apes" mewarisi sejumlah gen pendek.

"Penemuan kami membantu mengidentifikasi proporsi besar arsitektur genetika yang menentukan tingi badan. Kita tahu sebagai kesatuan populasi kita menjadi lebih tinggi dibandingkan beberapa generasi lalu karena faktor-faktor di antaranya gizi yang lebih baik. Sisanya disebabkan oleh faktor lingkungan," imbuh Dr. Andrew Wood

Berkat adanya kemajuan teknologi, kita sekarang memiliki akses menuju data DNA yang jauh lebih besar. "Data DNA ini membuktikan dirinya sebagai harta karun yang memungkinkan kita mendapatkan pengetahuan soal tinggi badan. Kami berharap terus membuat kemajuan besar, baik di bidang ini dan di bidang lain," katanya.

"Hasil penelitian kami mengungkapkan studi genetika manusia yang masif, mungkin jutaan, akan berlanjut membuka semua dampak tak kentara variasi yang mempengaruhi kesehatan kita, perilaku, bentuk tubuh dan segala aspek yang membuat diri kita saat ini," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Sumber Daily Mail
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pendarahan Pasca Melahirkan

Pendarahan Pasca Melahirkan

Penyakit
Yang Sebaiknya Dilakukan Saat Mata Terkena Cairan Hand Sanitizer

Yang Sebaiknya Dilakukan Saat Mata Terkena Cairan Hand Sanitizer

Health
Penyakit Addison

Penyakit Addison

Penyakit
11 Cara Menjaga Kesehatan Mata yang Baik Diperhatikan

11 Cara Menjaga Kesehatan Mata yang Baik Diperhatikan

Health
8 Penyebab Selangkangan Hitam, Bisa Terkait Penyakit

8 Penyebab Selangkangan Hitam, Bisa Terkait Penyakit

Health
3 Gejala Ejakulasi Dini yang Perlu Diperhatikan

3 Gejala Ejakulasi Dini yang Perlu Diperhatikan

Health
Penis Gatal

Penis Gatal

Penyakit
9 Bahaya Obesitas yang Perlu Diwaspadai

9 Bahaya Obesitas yang Perlu Diwaspadai

Health
Premenstrual Syndrome (PMS)

Premenstrual Syndrome (PMS)

Penyakit
Vitiligo pada Bayi, Kenali Penyebab dan Cara Menyembuhkannya

Vitiligo pada Bayi, Kenali Penyebab dan Cara Menyembuhkannya

Health
Gangguan Pendengaran

Gangguan Pendengaran

Penyakit
Apakah Flu Penyakit yang Berbahaya?

Apakah Flu Penyakit yang Berbahaya?

Health
Fenilketonuria

Fenilketonuria

Penyakit
Apakah Demam Berdarah (DBD) Menular?

Apakah Demam Berdarah (DBD) Menular?

Health
Hiperemesis Gravidarum

Hiperemesis Gravidarum

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.