Kompas.com - 16/11/2014, 11:00 WIB
/Ilustrasi Shutterstock/Ilustrasi
|
EditorLusia Kus Anna


KOMPAS.com
-Diet Detoks dilakukan sejumlah orang untuk membuang racun di tubuh mereka. Proses untuk membuang racun secara alami itu dinamakan proses detoksifikasi. Diet ini dipercaya bisa membuat tubuh lebih segar dan juga berdampak positif bagi kulit.

Diet detoks sama halnya dengan metode puasa. Dalam metode juice fasting, seseorang hanya mengonsumsi buah dan sayuran, tanpa nasi. Untuk itu, tubuh seseorang yang baru mencoba diet detoks perlu beradaptasi. Apalagi jika sebelumnya lebih banyak konsumsi makanan berlemak atau kolesterol tinggi.

Bagi pemula, konsultan gizi Andang W Gunawan menyarankan untuk mencoba diet detoks  selama tiga hari terlebih dahulu.

"Kalau belum pernah sama sekali puasa, coba tiga hari dulu. Tapi itu belum ada efeknya," kata Andang beberapa waktu lalu di Jakarta.

Andang mengatakan, proses pengeluaran racun baru terjadi pada hari ketiga. Selain itu, agar tubuh mudah beradaptasi, atur pola makan sehat pada 1-2 minggu sebelum menjalani diet detoks. Batasi asupan garam, kurangi makanan berlemak tinggi seperti gorengan, makanan bersantan, dan yang berasal dari hewan.

Hindari juga semua makanan olahan seperti makanan kaleng, mi instan, makanan yang dikeringkan, dan diawetkan. Mulailah perbanyak buah-buahan dan sayuran segar.

Hal ini pun dipaparkan Andang dalam bukunya "Diet Detoks Cara Ampuh Menguras Racun Tubuh", lengkap dengan resep diet detoks. Sebelum diet detoks, Anda juga bisa memulai dengan food combining terlebih dahulu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Diet detoks sendiri bisa dilakukan selama 7 hari, 14 hari, hingga 40 hari.  Selama menjalani diet ini, kurangi akivitas fisik yang berlebihan. Jika ingin menjalani diet detoks lebih dari 7 hari, Anda sebaiknya konsultasi dahulu dengan dokter atau ahli nutrisi yang menguasai diet detoks.

Andang mengatakan, diet detoks bermanfaat untuk kesehatan kulit, fungsi pencernaan, kekebalan tubuh, tahan terhadap infeksi dan reaksi alergi, fungsi liver dan ginjal, hingga fungsi mental dan kejernihan pikiran.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fibroid Rahim

Fibroid Rahim

Penyakit
4 Cara Meningkatkan Hemoglobin dalam Darah

4 Cara Meningkatkan Hemoglobin dalam Darah

Health
Nyeri Panggul

Nyeri Panggul

Penyakit
7 Cara Mengobati Prostatitis dengan Obat, Perawatan Medis, dan Alami

7 Cara Mengobati Prostatitis dengan Obat, Perawatan Medis, dan Alami

Health
Nyeri Dada

Nyeri Dada

Penyakit
17 Penyebab Sel Darah Putih Tinggi, Bisa Tanda Infeksi sampai Kanker

17 Penyebab Sel Darah Putih Tinggi, Bisa Tanda Infeksi sampai Kanker

Health
Hernia Hiatus

Hernia Hiatus

Penyakit
Mual Muntah Tanda Kehamilan, Apakah Bisa Jadi Berbahaya?

Mual Muntah Tanda Kehamilan, Apakah Bisa Jadi Berbahaya?

Health
Batuk Kering

Batuk Kering

Penyakit
Minum Air Dingin Setiap Hari, Apakah Buruk bagi Kesehatan?

Minum Air Dingin Setiap Hari, Apakah Buruk bagi Kesehatan?

Health
Katatonia

Katatonia

Penyakit
Tak Hanya Kanker, Ini 3 Penyebab Munculnya Benjolan di Tubuh

Tak Hanya Kanker, Ini 3 Penyebab Munculnya Benjolan di Tubuh

Health
Aneurisma Aorta Abdominalis

Aneurisma Aorta Abdominalis

Penyakit
Penyebab Bisul dan Faktor Risikonya

Penyebab Bisul dan Faktor Risikonya

Health
Pleuritis

Pleuritis

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.