Pria Miliki Peluang Infertilitas Yang Sama Besar

Kompas.com - 26/11/2014, 11:15 WIB
- -
Penulis advertorial
|
Editoradvertorial

Infertilitas (ketidaksuburan) yang mengakibatkan sulitnya mendapatkan keturunan, adalah masalah yang saat ini makin sering melanda pasangan suami-istri (pasutri) muda. Masyarakat sering mendakwa pihak wanita sebagai penyebab infertilitas yang terjadi, padahal pria memiliki peluang infertilitas yang sama besar.

Infertilitas merupakan kondisi ketidakmampuan pasutri untuk mendapatkan kehamilan setelah melakukan hubungan seksual secara teratur selama 1-2 tahun. Para ahli mengungkapkan bahwa ketika pasutri mengalami infertilitas, maka sepertiganya disebabkan oleh wanita, sepertiga disebabkan oleh pria dan sepertiganya lagi bisa disebabkan oleh keduanya. Oleh sebab itu, baik wanita maupun pria harus bersedia memeriksakan masalah fertilitas (kesuburan) bersama-sama.

Faktor gaya hidup dan lingkungan diduga sebagai pemicu sebagian besar kasus infertilitas yang terjadi pada pria saat ini. Kedua faktor tersebut sangat berpengaruh pada fungsi reproduksi pria atau sperma, seperti misalnya pola makan, obesitas, polusi udara (paparan zat beracun), kebiasaan minum alkohol dan merokok, pekerjaan yang mengharuskan duduk berjam-jam dan bersinggungan dengan radiasi tinggi, serta kebiasaan memangku laptop.

Faktor genetik, usia, gangguan hormon, kelainan organ reproduksi, penyakit infeksi dan beberapa penyakit lain merupakan penyebab infertilitas pada pria. Mengetahui penyebab infertilitas pada pria sangat perlu untuk dapat segera mengatasi kondisi sulit mendapatkan keturunan. Infertilitas memang tidak menyebabkan kematian, tapi tidak kunjung mendapatkan keturunan bisa menjadi ‘badai’ dalam keluarga.

Penyebab infertilitas dapat diketahui awalnya melalui pemeriksaan riwayat medis (anamnesa) dan pemeriksaan fisik oleh dokter, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan laboratorium adalah bagian yang penting untuk mengetahui kemungkinan terjadinya gangguan pada setiap proses reproduksi pria. Pemeriksaan laboratorium yang umumnya dilakukan adalah :

1. Analisa sperma

Kehamilan terjadi karena adanya pertemuan antara sel telur dan sperma. Oleh sebab itu, pemeriksaan terhadap sperma adalah bagian utama yang harus dijalankan. Pada analisa sperma, ada tiga hal yang diperiksa untuk mengevaluasi fertilitas (kesuburan) pria yaitu jumlah, kualitas gerakan dan bentuk sperma.

Untuk melakukan analisa sperma diperlukan persiapan khusus sebelumnya, yaitu tidak boleh mengalami ejakulasi, baik melalui aktivitas seksual, mastubarsi atau pun pengeluaran sperma pada saat mimpi dalam waktu 2-7 hari sebelum pemeriksaan, karena akan mempengaruhi kuantitas (jumlah) dan kualitas sperma.

2. Urinalisis

Pemeriksaan urine lengkap paska ejakulasi dilakukan untuk menunjang dugaan retrogade ejaculation, yaitu suatu keadaan di mana terjadi kelainan pada saluran keluarnya sperma yang mengakibatkan sperma tidak keluar sebagaimana mestinya, melainkan masuk dan keluar melalui saluran kemih.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X