Kompas.com - 15/12/2014, 18:30 WIB
|
EditorLusia Kus Anna


KOMPAS.com- 
Sekitar 95 persen kerontokan rambut terjadi pada pria dan wanita karena penyakit progresif yang disebut androgenetic alopecia atau kerontokan rambut karena keturunan. Pada pria, kerontokan rambut ini terjadi membentuk tapal kuda di kepala.

Kerontokan rambut dimulai sejak remaja dan sampai usia 35 tahun hampir 40 persen pria dan wanita mengalami kerontokan rambut. Kasus kerontokan rambut itu biasanya terlihat jelas, tapi pada wanita kerontokan itu tak begitu terlihat tanpa pemeriksaan dari dekat.

Sejumlah faktor mempengaruhi terjadinya androgenetic alopecia. Kombinasi faktor keturunan, hormon dan usia menyebabkan cepatnya pengerutan dan miniaturisasi folikel tertentu di kulit kepala. Ini menyebabkan siklus pertumbuhan rambut jadi pendek. Fase pertumbuhan rambut jadi lebih pendek sementara fase istirahatnya justru bertambah panjang. Hingga akhirnya, hanya sedikit rambut yang tumbuh.

Bisa Ditanam
Karena rambut terbuat dari protein, pertumbuhan rambut baru bergantung pada pasokan protein yang cukup untuk menciptakan sel-sel rambut baru yang sehat. Perlu diingat juga bahwa tubuh kita memproduksi hanya sebelas dari 20 asam amino yang diperlukan untuk menumbuhkan rambut. Itu artinya kita butuh pasokan dari makanan.

Sumber protein untuk rambut bisa didapat dari daging, ikan, telur, susu. Bisa juga sumber itu didapat dari kacang-kacangan, kacang tanah, dan jagung. Makanan itu merupakan sumber asam amino yang tak dapat diproduksi tubuh.

Usahakan mendapat protein, karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral yang cukup untuk mendapatkan pertumbuhan rambut yang sehat dan berkilau. Vitamin merupakan katalisator yang membantu tubuh melakukan fungsi biokimia. Pola makan yang kaya akan vitamin A, C, E, asam folat, beta karoten dan zinc membantu menghasilkan pertumbuhan rambut yang sehat.

Terapi penumbuhan rambut untuk mengatasi kebotakan ini perlu mencari akar penyebab kerontokan terlebih dahulu. Umumnya kerontokan dan kebotakan dengan penyebab selain perubahan hormon mudah untuk ditumbuhkan kembali. Kerontokan karena penyebab hormonal itu membutuhkan proses terapi yang lebih lama Segera lakukan terapi antikebotakan selama kulit kepala masih berpori-pori. Kulit kepala yang licin tak berpori lebih susah untuk ditumbuhkan kembali.

Selain menjaga kesehatan rambut dengan gizi yang baik, jaga kesehatan kulit kepala agar tidak terlalu kering. Sebab kulit kepala kering itu cenderung mudah menyebabkan rambut rontok. Nah, kepala dengan rambut menipis itu mendapatkan obat penumbuh rambut yang diramu oleh dokter. Agar obat itu seratus persen masuk ke kulit kepala, pemberian obat dimasukkan dengan roller yang memiliki ratusan jarum tipis. Dengan ramuan obat dokter ini, rambut bisa ditumbuhkan kembali dalam hitungan bulan.

Kepala yang telanjur botak juga bukan berarti habis harapan untuk tampil menawan. Masih ada teknik implan rambut. Membutuhkan waktu penanganan oleh dokter ahli selama enam jam, teknik ini menanam rambut di kepala. Rambut yang ditanam itu bahkan lebih kuat menempel dari rambut asli. Bentuknya pun sama dengan rambut asli. Hanya saja, rambut implan ini tidak bisa diwarnai.

Narasumber : Dr. Mimin Sulistyowati, Dr. Reza Y. Purwoko, SpKK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.