Kompas.com - 28/12/2014, 09:49 WIB
Leopard Gecko, jenis tokek asal India, Rabu (20/3/2013) dipamerkan dalam pameran reptil di Mall Olympic Garden Kota Malang Jawa Timur, 21-23 Maret 2013. Tokek unik dengan warna warni cerah tersebut saat ini menjadi kegemaran para penghobi reptil. Harga jenis tokek India ini antara Rp 150.000-Rp 5 juta per ekor.

KOMPAS/DAHLIA IRAWATILeopard Gecko, jenis tokek asal India, Rabu (20/3/2013) dipamerkan dalam pameran reptil di Mall Olympic Garden Kota Malang Jawa Timur, 21-23 Maret 2013. Tokek unik dengan warna warni cerah tersebut saat ini menjadi kegemaran para penghobi reptil. Harga jenis tokek India ini antara Rp 150.000-Rp 5 juta per ekor.
|
EditorDian Maharani

KOMPAS.com – Selain kucing dan anjing, kini mulai banyak orang memelihara ular maupun jenis reptil lainnya di rumah mereka. Ada lebih dari satu juta rumah di Inggris yang memelihara reptil.

Namun, berada satu rumah dengan reptil, amankah bagi kesehatan manusia? Berdasarkan penelitian terbaru, reptil tidak baik untuk kesehatan anak. Data South West of England menunjukkan, ada lebih dari satu kasus (dari 4 kasus) infeksi salmonella pada anak-anak pra-sekolah yang memiliki hewan peliharaan ular atau reptil lainnya.

Bakteri salmonella sering ditemukan dalam kotoran reptil.  Infeksi bisa terjadi ketika ada kontak dekat antara anak-anak dengan reptil. Bisa juga dari makanan dan minuman yang terpapar salmonella. Penulis penelitian ini dokter Femi Oshin dan dokter Dan Murphy pun memperingatkan orangtua untuk menjauhkan anak-anaknya, khususnya usia di bawah 5 tahun dari reptil.

"Orang tua dari anak-anak di bawah 5 tahun yang memelihara reptil di rumah harus membatasi reptil memasuki akses di ruangan atau lingkungan yang sama dengan anak-anak mereka biasa bermain. Setidaknya sampai anak melewati tahap eksplorasi lisan, telah berhenti merangkak atau bisa berjalan dan sudah bisa mencuci tangan mereka sendiri," imbuh mereka.

Infeksi salmonella dapat menyebabkan bintik-bintik merah pada perut, demam, bakteri dalam darah atau tulang, dan dalam beberapa kasus, dapat menyebabkan abses dan meningitis.

Ahli kesehatan masyarakat dan rumah sakit meninjau semua kasus salmonellosis pada anak-anak yang dilaporkan di Dorset, Somerset, Devon, Cornwall dan Kepulauan Scilly antara tahun 2010 dan 2013.

Dari 175 kasus, 27 persen penderitanya terpapar bakteri salmonella dari reptil. Infeksi salmonella akibat reptil bisa cukup parah sehingga membuat penderitanya harus masuk rumah sakit.

Infeksi salmonella bisa saja terjadi pada orang dewasa jika tidak menjaga kebersihan. Para ahli dari Emergent Disease Foundation menyatakan bahwa risiko terkena infeksi dari reptil dapat diminimalisasi jika menjaga kebersihan dengan baik.

Setelah menyentuh hewan reptil Anda, jangan kemudian menyentuh rambut, pakaian, pintu dan permukaan benda lain sampai tangan Anda bersih. Cucilah tangan pakai sabun antibakteri dan air mengalir. Cuci tangan pakai sabun juga harus dilakukan setelah memberi makan hewan peliharaan Anda.

Departemen Kesehatan setempat juga menyarankan para orangtua selalu mengawasi anak-anaknya ketika berada di sekitar reptil.  Jauhkan reptil dari dapur, kamar tidur, dan ruang makan. Buang kotoran reptil ke toilet dan bersihkan segala peralatan reptil Anda.


Sumber WebMD
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X