Kompas.com - 06/02/2015, 10:18 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com-  Inggris akan menjadi negara pertama yang menyetujui pembentukan bayi tabung menggunakan DNA dari 3 orang sekaligus. Ini berarti, satu orang bayi akan memiliki 3 orangtua biologis.

Teknik baru bayi tabung ini dikembangkan di Universitas Newcastle, Inggris, yang menggunakan bahan genetik dari 'ibu kedua' untuk memperbaiki kesalahan DNA yang memicu cacat genetik.

Hal ini dirancang untuk membantu keluarga-keluarga yang memiliki penyakit mitokondria, kondisi tak terobati yang diwariskan dari garis ibu dan mempengaruhui sekitar satu dari 6.500 anak-anak di seluruh dunia.

Persetujuan tersebut tentu memicu kontroversi. Para pendukung teknik baru ini menyambut keputusan tersebut sebagai tonggak pengobatan progresif. Di sisi lain, pihak yang kontra memperingatkan hal itu bisa menyebabkan apa yang disebut sebagai "bayi hasil desain".

Sebanyak 382 anggota Parlemen Inggris mendukung peraturan baru tersebut, tapi masih dibutuhkan persetujuan dari Majelis Tinggi Parlemen Inggris.

Teknik baru itu membuat embrio yang berisi DNA dari tiga orang untuk pencegahan penyakit genetik langka, yang diketahui sebagai penyakit mitokondria dalam sel. Penyakit tersebut bisa menurun dari ibu kepada anaknya.

Mitokondria menciptakan energi pada sel di dalam tubuh untuk bekerja. Terkadang, mitokondria disebut juga sebagai 'baterai sel'. Ketika bayi terlahir dengan mitokondria yang rusak, bayi bisa mengalami masalah kesehatan serius, seperti gangguan hati dan masalah pernapasan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penggabungan tiga DNA ini melibatkan transfer materi genetik dari nukleus sebuah sel telur atau embrio dari wanita dengan mitokondria yang rusak ke dalam embrio donor dengan nukleus yang telah diambil dari DNA-nya. Itu berarti embrio akan terpengaruh oleh nukleus ibunya namun tidak terpengaruh kerusakan mitokondria. Hal tersebut memungkinkan wanita dengan mitokondria rusak bisa mempunyai anak yang sehat.

Embrio yang dihasilkan akan memiliki nukleus dari ayah dan ibunya, namun memiliki mitokondria dari DNA ibu donornya. Karenanya, pengobatan itu disebut sebagai "bayi tabung dengan tiga orangtua".

Cegah penyakit

Halaman:

Sumber WebMD
Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Prolaktinoma
Prolaktinoma
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kenali Apa itu Infeksi Liver, Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Kenali Apa itu Infeksi Liver, Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Health
Coccidioidomycosis

Coccidioidomycosis

Penyakit
7 Nutrisi yang Baik untuk Kesehatan Mata, Bukan Hanya Vitamin A

7 Nutrisi yang Baik untuk Kesehatan Mata, Bukan Hanya Vitamin A

Health
Prolaktinoma

Prolaktinoma

Penyakit
Berapa Lama Normalnya Wanita Mengalami Menstruasi?

Berapa Lama Normalnya Wanita Mengalami Menstruasi?

Health
Penis Bengkok

Penis Bengkok

Penyakit
Tentang Covid-19 varian Omicorn yang Harus Kamu Tahu

Tentang Covid-19 varian Omicorn yang Harus Kamu Tahu

Health
Labirinitis

Labirinitis

Penyakit
15 Gejala Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

15 Gejala Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

Health
Bipolar

Bipolar

Penyakit
11 Penyebab Bulu Mata Memutih, Bukan Hanya Penuaan

11 Penyebab Bulu Mata Memutih, Bukan Hanya Penuaan

Health
Penyakit Graves

Penyakit Graves

Penyakit
12 Penyebab Pembekuan Darah di Otak

12 Penyebab Pembekuan Darah di Otak

Health
Trypophobia

Trypophobia

Penyakit
4 Pantangan Makanan untuk Penderita Penyakit Prostat

4 Pantangan Makanan untuk Penderita Penyakit Prostat

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.