Kompas.com - 20/02/2015, 17:00 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna


KOMPAS.com -
Bagaimanakah keseimbangan tubuh Anda? Mampukah Anda berdiri dengan satu kaki selama 20 detik dengan mata tertutup? Jika mampu, berarti kesehatan tubuh terhitung baik.

Sebuah studi yang diterbitkan di jurnal Stroke menemukan ketidakmampuan berdiri dengan satu kaki selama lebih dari 20 detik ada hubungannya dengan peningkatan risiko stroke "silent", perdarahan kecil di otak yang tak menimbulkan gejala tetapi meningkatkan risiko stroke sungguhan dan demensia.

"Kemampuan berdiri dengan satu kaki adalah alat uji penting untuk kesehatan otak," ujar Dr. Yasuhara Tabara, associate professor kedokteran genomik dari Kyoto University Jepang yang membuat penelitian tersebut.

Tahun sebeumnya Medical Research Council menemukan orang-orang berusia 53 tahun yang mampu berdiri dengan satu kaki selama 10 detik dengan mata tertutup ditemukan lebih fit dan sehat dalam 13 tahun. Mereka yang hanya mampu menahan berdiri dengan satu kaki selama dua detik ternyata tiga kali cenderung lebih besar untuk meninggal sebelum usia 66 tahun.

Rasa keseimbangan kita bergantung pada tiga jenis informasi. Informasi pertama adalah visual, apa yang ditangkap mata di sekitar diri kita dan di mana kita berada. Informasi itu masuk ke otak lewat saraf penglihatan.

Ada pula informasi dan persendian dan otot. Ketika menekuk atau meregang, sensor khusus yang disebut proprioceptor mengirim sinyal ke otak. "Proprioception adalah cara tubuh mengetahui sedang berada di mana dalam suasana apa pun tanpa melihatnya," kata dokter ahli telinga, hidung dan tenggorokan dari St George's Hospital London Dr. David Selvadurai.

Informasi ketiga berasal dari bagian dalam telinga di mana ada saluran mungil yang disebut kanal semi-sirkular berisi cairan yang bergerak ketika kepala bergerak. Sel-sel yang ada di dinding saluran itu mendeteksi gerakan cairan dan berkomunikasi ke otak lewat saraf vestibulocochlear, jalur untuk pendengaran dan keseimbangan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kita cenderung mengabaikan keseimbangan," ujar Dr. Barry Seemungal, konsultan neurologi dari St Mary's dan Charing Cross Hospital, London. "Berjalan menjadi tugas sulit padahal  mudah karena otak kita mampu berkoordinasi dengan cepat ke otot dan membiarkan kita melangkah tanpa terjatuh," katanya.

Kesulitan untuk berdiri seimbang terjadi ketika ada masalah dengan pengiriman informasi ke otak. Misalnya terjadi infeksi di bagian dalam telinga seperti labyrinthitis yang merusak keseimbangan karena umpan dari kedua telinga berbeda.

Keseimbangan tubuh juga memburuk ketika usia bertambah tua, mirip dengan memburuknya penglihatan. "Input dari sendi dan otot juga kurang dapat diandalkan ketika proprioceptor mulai terganggu penyakit seperti artritis," kata Selvadurai. Penuaan juga mengurangi sel di dalam bagian telinga yang mendeteksi gerakan.

Salah satu tanda keseimbangan kita kurang bagus adalah ketika kita kesulitan berjalan di permukaan tak rata seperti jalan berbatu, merasa tak stabil ketika bangun di tengah malam untuk pergi ke toilet. Penyebabnya, sistem keseimbangan kita tak dapat mengandalkan input visual dalam kegelapan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Sumber Daily Mail
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Cara Meningkatkan Hemoglobin dalam Darah

4 Cara Meningkatkan Hemoglobin dalam Darah

Health
Nyeri Panggul

Nyeri Panggul

Penyakit
7 Cara Mengobati Prostatitis dengan Obat, Perawatan Medis, dan Alami

7 Cara Mengobati Prostatitis dengan Obat, Perawatan Medis, dan Alami

Health
Nyeri Dada

Nyeri Dada

Penyakit
17 Penyebab Sel Darah Putih Tinggi, Bisa Tanda Infeksi sampai Kanker

17 Penyebab Sel Darah Putih Tinggi, Bisa Tanda Infeksi sampai Kanker

Health
Hernia Hiatus

Hernia Hiatus

Penyakit
Mual Muntah Tanda Kehamilan, Apakah Bisa Jadi Berbahaya?

Mual Muntah Tanda Kehamilan, Apakah Bisa Jadi Berbahaya?

Health
Batuk Kering

Batuk Kering

Penyakit
Minum Air Dingin Setiap Hari, Apakah Buruk bagi Kesehatan?

Minum Air Dingin Setiap Hari, Apakah Buruk bagi Kesehatan?

Health
Katatonia

Katatonia

Penyakit
Tak Hanya Kanker, Ini 3 Penyebab Munculnya Benjolan di Tubuh

Tak Hanya Kanker, Ini 3 Penyebab Munculnya Benjolan di Tubuh

Health
Aneurisma Aorta Abdominalis

Aneurisma Aorta Abdominalis

Penyakit
Penyebab Bisul dan Faktor Risikonya

Penyebab Bisul dan Faktor Risikonya

Health
Pleuritis

Pleuritis

Penyakit
Deodoran Bisa Memicu Kanker Payudara, Begini Alasannya

Deodoran Bisa Memicu Kanker Payudara, Begini Alasannya

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.