Kompas.com - 11/03/2015, 11:25 WIB
Peserta swing yoga melakukan gerakan yoga di Yogasana Studio, Plaza Arcadia, Senayan, Jakarta, Kamis (5/3/2015). Swing yoga atau juga dikenal dengan antigravity yoga adalah olahraga yoga yang menggunakan hammock sebagai alat bantu melakukan gerakan yoga. KOMPAS.COM / RODERICK ADRIAN MOZESPeserta swing yoga melakukan gerakan yoga di Yogasana Studio, Plaza Arcadia, Senayan, Jakarta, Kamis (5/3/2015). Swing yoga atau juga dikenal dengan antigravity yoga adalah olahraga yoga yang menggunakan hammock sebagai alat bantu melakukan gerakan yoga.
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com
— Selain yoga klasik, saat ini populer yoga dengan modifikasi terbaru, salah satunya antigravity yoga atau yoga antigravitasi. Yoga yang satu ini bisa menjadi solusi bagi Anda yang sudah bosan dengan keluhan nyeri punggung sekaligus ingin membentuk tubuh.

Berbeda dengan yoga yang selama ini kita kenal yang selalu dilakukan di atas matras, pada yoga antigravitasi, seluruh gerakan dilakukan dengan berayun di atas kain khusus untuk menggantung atau hammock. Saat latihan, kita seolah sedang melayang menggunakan hammock.

Mony Suriany, instruktur yoga sekaligus Direktur Yogasana Studio Jakarta, menjelaskan, yoga antigravitasi dikembangkan oleh Christopher Harrison, seorang pemain Broadway yang mahir menari, koreografi, dan juga ahli kebugaran. Tahun 2007, ia meluncurkan antigravity aerial yoga.

“Banyak pemain Broadway mengeluh sakit pinggang atau punggung akibat gerakan yang macam-macam. Yoga ini merupakan kombinasi dari pilates, yoga, kebugaran, dan gymnastic aerial,” kata Mony.

Ciri khas yoga antigravitasi adalah penggunaan hammock. Namun, menurut Mony, tidak sembarang kain bisa dipakai. "Hammock harus memiliki lisensi sehingga sudah teruji aman, bisa mengangkat siapa pun yang beratnya sampai 454 kilogram," kata wanita yang pernah mengajar yoga di Australia dan Singapura ini.

Hammock berlisensi itu sangat elastis dan juga tidak akan melar saat dipakai melakukan gerakan-gerakan yoga antigravitasi.

Dasar latihan yoga ini, menurut Mony, adalah kekuatan otot perut. "Otot perut atau otot inti tubuh jadi terlatih. Karena tidak dibantu oleh instruktur, maka kita harus mengandalkan tubuh sendiri dan hammock yang menopang tubuh," ujarnya.

Dengan bantuan hammock pula, kita juga bisa melakukan gerakan-gerakan yang tampak "ekstrem" seperti headstand (kepala berada di bawah) yang tidak semua orang awam bisa melakukannya, tanpa perlu takut.

"Dalam yoga antigravitasi, kita bisa headstand dengan lebih ringan karena beban enggak numpuk di leher, tetapi dibantu hammock," paparnya saat ditemui di studio yoganya di kawasan Senayan, Jakarta, akhir Februari lalu.

Shutterstock Salah satu gerakan dalam yoga antigravitasi.

Manfaat paling signifikan yang banyak diakui dari peserta yoga antigravitasi adalah berkurangnya keluhan nyeri punggung karena stretching yang dilakukan akan memanjangkan tulang belakang.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Health
Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Health
10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

Health
Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Health
Sindrom Steven-Johnson

Sindrom Steven-Johnson

Penyakit
Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Health
Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Health
Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Health
Apa Penyebab Kulit Kering?

Apa Penyebab Kulit Kering?

Health
4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

Health
8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

Health
Sindrom Asperger

Sindrom Asperger

Penyakit
Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.