Bahaya Tersembunyi di Balik Konsumsi Ikan

Kompas.com - 23/03/2015, 08:00 WIB
Potongan daging ikan salmon shutterstockPotongan daging ikan salmon
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Rutin mengonsumsi ikan memang bisa membantu kita mendapatkan asupan omega-3, tetapi berhati-hatilah memilih ikan karena adanya bahaya kandungan merkuri.

Penelitian terbaru yang dipublikasikan di Environmental Health Perspectives, menyebutkan bahwa merkuri yang ditemukan pada ikan dapat menyebabkan penyakit autoimun. Ini adalah pertama kalinya sebuah penelitian menunjukkan adanya hubungan antara merkuri dengan risiko penyakit ini.

Penyakit autoimun terjadi ketika sel tubuh menyerang sel tubuh yang sehat. Penyakit autoimun ini antara lain adalah lupus, artritis rematoid, dan IBD (Inflammatory Bowel Disease).

Para peneliti di Universitas Michigan melakukan analisis melalui survei diet dan tingkat merkuri pada lebih dari 1.300 perempuan berusia antara 16 dan 49 tahun. Mereka juga menguji darah para responden untuk melihat antibodi antinuclear (ANA) atau protein yang menyerang jaringan tubuh sendiri dan merupakan indikator gangguan autoimun secara keseluruhan.

Para ilmuwan menemukan bahwa wanita yang terpapar merkuri organik dalam jumlah yang tinggi,  memiliki tingkat ANA yang lebih tinggi daripada wanita yang lebih sedikit terpapar.

Merkuri juga merupakan prediktor yang menunjukkan suatu kondisi positif ANA. Yang mengherankan, ternyata merokok dan pertambahan usia tidak berkaitan dengan ANA.

Para peneliti mencatat bahwa hanya karena Anda memiliki ANA dalam darah, bukan berarti Anda pasti akan mengembangkan penyakit autoimun.

Penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 15 persen dari populasi terbukti positif ANA namun masih sehat. Namun ANA masih dianggap sebagai prediktor penting dari penyakit autoimun. Hal ini perlu diwaspadai para wanita, terutama karena perempuan memiliki kemungkinan 9 kali menderita penyakit autoimun.

Untuk mengurangi paparan merkuri, hindari makanan laut yang mengandung toksin dalam jumlah sedang atau tinggi, termasuk ikan todak, hiu, king mackerel, gulf tilefish, marlin, tuna segar, halibut, kerapu, kakap putih, bluefish, dan gabus. Hindari tuna kalengan.

Analisis Consumer Reports baru-baru ini merekomendasikan asupan seafood sebanyak 132 pound per orang, tidak lebih dari 4 ons ikan albacore dan 11 ons tuna per minggu.

Naun jika Anda pecinta seafood, konsumsi beberapa golongan seafood yang kadar merkurinya rendah seperti kerang, ikan sarden, salmon liar, cumi-cumi, dan nila. Pilihan yang aman lainnya termasuk haddock, pollock, flounder, udang, lele, ikan, kepiting, dan mackerel Atlantik. (Monica Erisanti)

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X