Kompas.com - 29/04/2015, 09:00 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Pria yang mengalami kebotakan dengan pola khas pria, yakni botak di bagian dahi ke tengah kepala atau botak di bagian belakang, memiliki peningkatan risiko meninggal akibat kanker prostat.

Peneliti menganalisis informasi dari 4.000 lebih pria Amerika Serikat berusia 25 sampai 74 tahun. Mereka dinilai oleh dokter kulit untuk dikelompokkan sebagai tidak memiliki kebotakan, atau kebotakan minimal, sedang dan parah.

Pria dengan berbagai tingkat kebotakan risikonya 56 persen lebih tinggi berpotensi mengalami kematian akibat kanker prostat pada lebih dari 21 tahun periode, dibandingkan dengan pria yang tidak kehilangan rambutnya.
Selebihnya, mereka yang mengalami kebotakan sedang risikonya 83 persen lebih tinggi.

Temuan ini mendukung hipotesis bahwa proses pembagian biologis mempengaruhi kebotakan dan kanker prostat. Satu teori menyebut, tingginya kadar hormon pria (seperti testosteron) memainkan peran dalam kondisi keduanya.

Pria dengan pola kebotakan ditemukan memiliki tingkat hormon pria lebih tinggi, dan hormon tersebut turut meningkatkan perkembangan sel kanker prostat.

Akan tetapi, Cindy Zhou selaku penulis penelitian mengatakan bahwa masih terlalu dini untuk membuat rekomendasi terkait pemeriksaan pria terhadap kanker prostat berdasarkan temuan ini.

Bila temuan ini dikonfirmasi, pola kebotakan pria dapat digunakan sebagai indikator risiko pria mengalami kanker prostat, yang bisa membantu dokter mengetahui pria mana yang harus menjalani pemeriksaan kanker prostat.

Sebuah penelitian sebelumnya menemukan bahwa pria yang mulai mengalami kebotakan di usia 20 tahunan berisiko lebih tinggi mengalami kanker prostat daripada pria yang tidak mulai botak di atas usia tersebut.

Namun pada studi terbaru ini kaitan antara kebotakan dan fatalnya kanker prostat tidak mengenal usia. (Purwandini Sakti Pratiwi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.