Kompas.com - 12/05/2015, 07:19 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Kekhawatiran akan bahaya minuman energi, terutama jika dikombinasikan dengan alkohol, telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir ini.

Berikut adalah 5 masalah kesehatan yang terkait dengan minuman yang diklaim mampu meningkatkan stamina ini.

1. Masalah jantung
Di tahun 2007, pria Australia berusia 28 tahun menderita serangan jantung setelah minum 8 kaleng minuman energi yang mengandung 80 mg kafein dalam periode 7 jam.

Kafein dan kandungan lain dalam minuman energi diketahui bisa meningkatkan tekanan darah dan detak jantung. Kafein sendiri bisa menyebabkan sel jantung melepaskan kalsium, yang akan berpengaruh pada detak jantung dan akhirnya menyebabkan gangguan irama jantung (aritmia).

Konsumsi minuman energi juga merusak keseimbangan normal kadar garam dalam tubuh. Kondisi ini juga akan memicu aritmia. Walau begitu, belum bisa disimpulkan apakah minuman ini memicu masalah jantung.

2. Risiko keguguran
Penelitian mengenai efek kafein pada keguguran memang belum tuntas. Sebuah studi tahun 2006 terhadap lebih dari 1000 ibu hamil menunjukkan bahwa mereka yang minum kafein 200 mg perhari (dari kopi, teh, soda, atau cokelat panas) beresiko tinggi mengalami keguguran. Tetapi, studi lain di tahun 2008 tidak menemukan kaitan antara kedua hal ini.

Karena hasil penelitian belum bisa disimpulkan, ikatan dokter ginekologi di AS menyarankan ibu hamil membatasi asupan kafein tidak lebih dari 200 mg perhari.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

3. Ketergantungan alkohol
Mencampurkan minuman energi dan alkohol bisa berefek sangat berbahaya. Walau kafein adalah stimulan, tetapi zat ini tidak "menetralkan" efek menenangkan dari alkohol. Minum alkohol yang dicampur minuman energi ditakutkan akan membuat orang terjaga lebih lama sehingga mereka minum alkohol lebih banyak lagi.

4. Penggunaan obat-obatan
Studi terhadap 1.600 mahasiswa menemukan bahwa minuman energi akan meningkatkan risiko penggunaan obat-obatan yang diresepkan, seperti obat antinyeri atau stimulan.

5. Gangguan kognitif
Studi berskala kecil tahun 2010 menunjukkan bahwa minum kafein dalam skala moderat, sekitar 40 mg, bisa meningkatkan waktu reaksi dan performa ujian. Tapi minum dalam jumlah lebih tinggi lagi, sekitar 250 mg atau 80 mg, justru memperburuk performa dan waktu reaksi.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Perubahan Pada Kuku yang Menandakan Anda Pernah Terpapar Covid-19

3 Perubahan Pada Kuku yang Menandakan Anda Pernah Terpapar Covid-19

Health
Pandangan Kabur

Pandangan Kabur

Penyakit
Mata Berair

Mata Berair

Penyakit
Ahli Gizi: Harus Bijak Konsumsi Susu Kental Manis

Ahli Gizi: Harus Bijak Konsumsi Susu Kental Manis

Health
Nyeri Kaki dan Tangan

Nyeri Kaki dan Tangan

Penyakit
Alasan Gula Tak Memiliki Persentase AKG dalam Makanan Kemasan

Alasan Gula Tak Memiliki Persentase AKG dalam Makanan Kemasan

Health
Osteofit

Osteofit

Penyakit
3 Bahaya Konsumsi Susu Kental Manis Berlebihan untuk Kesehatan

3 Bahaya Konsumsi Susu Kental Manis Berlebihan untuk Kesehatan

Health
Hifema

Hifema

Penyakit
13 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Ketiga

13 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Ketiga

Health
Gigi Berlubang

Gigi Berlubang

Penyakit
Berapa Lama Waktu Tidur Siang yang Baik?

Berapa Lama Waktu Tidur Siang yang Baik?

Health
Pentingnya Alat Kontrasepsi untuk Cegah Kehamilan! Yuk, Ketahui Jenis-jenisnya

Pentingnya Alat Kontrasepsi untuk Cegah Kehamilan! Yuk, Ketahui Jenis-jenisnya

BrandzView
Batu Amandel

Batu Amandel

Penyakit
Alami Gatal setelah Mandi? Kenali 4 Penyebabnya

Alami Gatal setelah Mandi? Kenali 4 Penyebabnya

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.