Kompas.com - 14/05/2015, 10:00 WIB
Ilustrasi menyusui shutterstockIlustrasi menyusui
|
EditorLusia Kus Anna

JAKARTA, KOMPAS.com
- Air susu ibu (ASI) merupakan makanan terbaik bagi bayi dan diberikan minimal pada 6 bulan pertama kelahiran bayi. ASI mencukupi semua kebutuhan nutrisi bayi, seperti protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral.

ASI juga mengandung zat kekebalan tubuh dari ibu yang dapat melindungi bayi dari berbagai penyakit. Sayangnya, sering kali pemberian ASI selama 6 bulan pertama dicampur dengan susu formula. Alasannya, ASI sudah tidak keluar dari payudara ibu atau tidak cukup memenuhi kebutuhan bayi.

Pengajar Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Sandra Fikawati mengatakan, hal itu sering terjadi karena kurangnya pengetahuan ibu hamil mengenai manfaat luar biasa dari pemberian ASI eksklusif.

"Banyak yang ternyata tidak tahu pentingnya ASI eksklusif. Setelah tahu, kemudian menyesal. Saya tidak mau banyak ibu-ibu menyesali tindakannya," kata Fika dalam acara peluncuran buku Gizi Ibu dan Bayi di FKM UI, Depok, Jawa Barat, Rabu (13/5/2015).

Menurut Fika, semua ibu bisa memberikan ASI eksklusif dengan lancar jika asupan gizinya baik sejak mengandung maupun setelah melahirkan. Setiap ibu pun harus memiliki niat yang kuat untuk tetap memberikan ASI eksklusif dan tetap berusaha ketika ASI mulai sulit keluar.

"Jangan ketika ASI tidak keluar langsung memberikan bayi susu formula," kata dia.

Pada 6 bulan pertama kehidupan, sistem imun bayi belum sempurna dan organ pencernaannya belum matang sehingga membutuhkan asupan gizi yang mudah dicerna. ASI juga mengurangi risiko bayi terkena alergi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Banyak penelitian mengungkapkan, pemberian ASI juga membuat bayi memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit degeneratif, seperti darah tinggi, diabetes, dan obesitas.

Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan ini pun termasuk dalam pentingnya asupan gizi pada 1000 hari pertama kehidupan bayi. Gizi yang baik pada awal kehidupan menentukan masa depan anak.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Makanan Rendah Natrium untuk Meningkatkan Kesehatan Jantung

6 Makanan Rendah Natrium untuk Meningkatkan Kesehatan Jantung

Health
Tamponade Jantung

Tamponade Jantung

Penyakit
9 Gejala Kekurangan Natrium yang Perlu Diwaspadi

9 Gejala Kekurangan Natrium yang Perlu Diwaspadi

Health
Intoleransi Laktosa

Intoleransi Laktosa

Penyakit
3 Manfaat Kesehatan Jahe yang Sayang Dilewatkan

3 Manfaat Kesehatan Jahe yang Sayang Dilewatkan

Health
Cacar Monyet

Cacar Monyet

Penyakit
 4 Cara Mengatasi Kelopak Mata Beda Sebelah yang Aman

4 Cara Mengatasi Kelopak Mata Beda Sebelah yang Aman

Health
Buta Warna

Buta Warna

Penyakit
13 Penyebab Air Liur Meningkat yang Perlu Diwaspadai

13 Penyebab Air Liur Meningkat yang Perlu Diwaspadai

Health
Cedera Tendon Achilles

Cedera Tendon Achilles

Penyakit
Henti Jantung Mendadak

Henti Jantung Mendadak

Penyakit
Kenali Apa itu Epilepsi, Gejala, dan Penyebabnya

Kenali Apa itu Epilepsi, Gejala, dan Penyebabnya

Health
Amaurosis Fugax

Amaurosis Fugax

Health
4 Jenis Darah Rendah yang Bisa Terjadi

4 Jenis Darah Rendah yang Bisa Terjadi

Health
Alzheimer

Alzheimer

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.