Kompas.com - 21/05/2015, 09:10 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Anak-anak yang menjadi korban bullying, mengalami sejumlah dampak negatif. Selain berdampak pada kesehatan mental, kesehatan fisik dari anak-anak yang di-bully juga dapat ikut terpengaruh. Mereka yang di-bully saat masih anak-anak berisiko mengalami obesitas aatu kegemukan saat dewasa. 

Para periset menjumpai bahwa lebih dari seperempat perempun yang sesekali atau sering di-bully ketika anak-anak, mengalami gemuk di kala mereka berusia 45 tahun dibandingkan dengan 19 persen yang tidak pernah di-bully. Baik pria dan perempuan yang di-bully saat masih anak-anak memiliki kadar lemak di bagian perut yang lebih tinggi. Dan ini menjadi faktor risiko untuk penyakit jantung. 

"Bullying buruk bagi kesehatan fisik Anda, baik pria maupun perempuan," ujar Andrea Danese yang bekerja untuk penelitian tersebut di Institute of Psychiatry, Psychology & Neuroscience, King's College London. Korban dan penderitaan dari anak yang mengalami bullying tidak boleh diabaikan. Karenanya, guru, orang tua, dan pengasuh, ingat Louise Arseneault, pimpinan penelitian ini, harus memikirkan dan memberi perhatian pada korban bullying

Hasil studi yang dipublikasikan dalam jurnal Psychological Medicine, diperoleh dari British National Child Development Study yang memiliki data dari seluruh anak yang lahir di Inggris, Skotlandia, serta Wales, selama satu minggu di tahun 1958. Riset melibatkan sekitar 7.102 anak yang terpapar bullying saat berusia 7 dan 11 tahun. 

Sekitar 28 persen partisipan di-bully sesekali dan 15 persen seringkali di-bully. Mereka diikuti hingga berusia 45 tahun dan diukur inflamasi dalam darah serta kegemukan. Selain mengalami kegemukan, hasil studi menunjukkan bahwa mereka yang di-bully semasa anak, kadar inflamasi dalam darahnya lebih tinggi ketika berusia 45 tahun. 

Sebanyak 20 persen dari mereka yang sering di-bully memiliki kadar protein C-reaktif (CRP) yang tinggi dalam darahnya. Tingginya CRP ini akan meningkatkan risiko penyakit jantung.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Reuters

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.