Kompas.com - 17/06/2015, 13:30 WIB
|
EditorBestari Kumala Dewi

 

KOMPAS.com – Para wanita usia subur nampaknya harus berhati-hati ketika mengalami masalah nyeri punggung. Obat untuk meringankan nyeri punggung memiliki efek samping terhadap kesuburan wanita, berdasarkan penelitian terbaru.


Obat nyeri yang termasuk kelompok obat anti-inflamasi non-steroid atau non-steroid anti inflammatory drugs (NSAID) seperti naproxen, dan diklofenak adalah obat yang umum digunakan di seluruh dunia.

Menurut penelitian, obat jenis NSAID itu secara signifikan dapat menghambat ovulasi wanita. Peneliti membuktikannya dengan menganalisis efek dari tiga jenis NSAID, yaitu diklofenak, naproxen dan etoricoxib terhadap kesuburan wanita.

Peneliti mengambil sampel dari 39 wanita usia subur yang menderita sakit punggung. Selama 10 hari , para wanita ini secara rutin ada yang diberi obat diklofenak (100 mg sekali sehari), naproxen (500 mg dua kali sehari), dan etoricoxib (90 mg sekali sehari).

Obat diberikan setelah periode awal siklus menstruasi mereka. Peneliti melakukan pengujian melalui sampel darah apakah para wanita berovulasi dengan menganalisis tingkat produksi hormon progesteron.

Hasilnya, wanita yang konsumsi obat diklofenak hanya 6,3 persen mengalami ovulasi. Kemudian yang minum naproxen hanya 25 persen wanita mengalami ovulasi dan 27,3 persen bagi wanita yang  konsumsi etoricoxib. Sementara itu, wanita yang tidak minum obat nyeri sama sekali, 100 persen berovulasi.

“Setelah hanya sepuluh hari memberikan pengobatan, kami melihat penurunan yang signifikan terhadap hormon progesteron, yaitu hormon yang penting untuk ovulasi,” ujar peneliti Profesor Sami Salman dari University of Baghdad, Irak seperti dikutip dari Dailymail.co.uk.

Mereka pun meneliti bahwa obat NSAID mungkin berpotensi dikembangkan sebagai obat kontrasepsi.  Sebab, pemakaian obat jangka pendek saja sudah menunjukkan hasil yang signifikan dalam menghambat ovulasi sehingga menurunkan kemampuan wanita untuk hamil.

Obat jenis NSAID memang biasa digunakan untuk mengobati nyeri, peradangan, dan demam. Sering juga diresepkan untuk mengobati penyakit persendian seperti rheumatoid arthritis dan osteoarthritis. Obat ini dikosumsi hampir 30 juta orang setiap harinya.  Para dokter pun diminta untuk memberitahu setiap pasien wanita mengenai efek samping minum obat nyeri terhadap kesuburan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Dailymail

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.