Kompas.com - 21/06/2015, 12:15 WIB
Ilustrasi shutterstockIlustrasi
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS. com - Obesitas dan kegemukan pada wanita meningkatkan risiko terkena kanker payudara setelah menopause dibandingkan wanita dengan berat badan normal, itulah hasil penelitian terbaru.

Para peneliti menemukan bahwa risiko kanker meningkat dengan berat badan yang lebih besar.  Wanita dengan obesitas mencapai 86 persen kemungkinannya untuk mengembangkan bentuk paling umum dari kanker payudara dan didiagnosa kanker tingkat lanjut.

Semenara penelitian lain telah menunjukkan hubungan antara kelebihan berat badan dan risiko kanker payudara, penting untuk mencari tahu keterkaitannya, terutama untuk sesuatu yang bisa berubah seperti berat badan, “karena wanita bisa melakukan sesuatu untuk itu,” ujar Marian Neuhouser dari Cancer Prevention Program at the Fred Hutchinson Cancer Research Center, Seattle.

Untuk studi baru yang telah dipublikasikan di JMA Oncology, para peneliti meganalisa data jangka panjang dari Women’s Health Initiative study. Mereka melihat data dari 67.142 wanita pasca-menopause usia 50 sampai 79 tahun dari seluruh Amerika Serikat, dan mengamati mereka selama rata-rata 13 tahun. Secara keseluruhan, ada 3.388 kanker payudara terdeteksi pada tahun 2010.

Tim peneliti mengelompokkan perempuan sesuai dengan indeks masa tubuh, ukuran yang berkaitan dengan berat badan dan tinggi badan. Indeks massa tubuh kurang dari 25 tergolong normal, indeks masa tubuh antara 25-30 dianggap kegemukan dan lebih dan lebih dari 30 termasuk obesitas. Sedangkan indeks massa tubuh di atas 35 atau setara di atas 100 kg masuk dalam kelompok sangat obesitas.

Sekitar 5 persen wanita dalam setiap kelompok berat didiagnosis dengan kanker payudara invasif selama masa studi, tetapi risiko kanker payudara meningkat sesuai berat badan. Wanita dengan indeks massa tubuh 35 ke atas , sekitar 56 persen lebih didiagnosa dengan berbagai jenis kanker payudara invasive selama masa studi, dibandingkan dengan wanita dengan berat badan normal.

Ketika para peneliti mengamati jenis kanker payudara lebih spesifik, mereka menemukan wanita sangat obesitas sekitar 86 persen didiagnosa tumor payudara yang dipicu oleh hormon estrogen dan progesterone. Ini dikenal juga sebagai estrogen reseptor positif dan progesterone reseptor positif, yaitu jenis yang paling umum dari penyakit ini. Tak ada hubungan antara berat badan dan kanker payudara, jika hormon reseptornya negatif.

Para peneliti menemukan, penggunaan terapi penggantian hormon setelah menopause tidak mengubah hubungan antara kanker payudara dan berat badan. Menurut para peneliti, wanita dengan berat badan normal yang berat badannya naik 5 persen dari awal, selama masa penelitian risiko terkena kanker payudara meningkat 35 persen. Tapi, wanita yang sejak awal sudah dalam kondisi kegemukan dan obesitas, turunnya berat badan takkan menurunkan risiko kanker payudara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengapa Stres Bisa Membuat Kita Jatuh Sakit?

Mengapa Stres Bisa Membuat Kita Jatuh Sakit?

Health
Mengapa Stres Bisa Menganggu Siklus Menstruasi?

Mengapa Stres Bisa Menganggu Siklus Menstruasi?

Health
Pentingnya Vaksin Kanker Serviks

Pentingnya Vaksin Kanker Serviks

Health
Gejala Klamidia, Infeksi Menular Seksual yang Suka Muncul Diam-diam

Gejala Klamidia, Infeksi Menular Seksual yang Suka Muncul Diam-diam

Health
7 Penyebab Hipertensi pada Anak

7 Penyebab Hipertensi pada Anak

Health
Flu Tulang

Flu Tulang

Penyakit
12 Penyebab Hipertensi yang Perlu Diwaspadai

12 Penyebab Hipertensi yang Perlu Diwaspadai

Health
Peripheral Artery Disease (PAD)

Peripheral Artery Disease (PAD)

Penyakit
Kenali Apa itu Flu Singapura, Ciri-ciri, dan Penyebabnya

Kenali Apa itu Flu Singapura, Ciri-ciri, dan Penyebabnya

Health
Sindrom Antley-Bixler

Sindrom Antley-Bixler

Penyakit
8 Cara Mencegah Penyakit Ginjal

8 Cara Mencegah Penyakit Ginjal

Health
Kenali Apa yang Anda Rasakan, Ini Beda Sedih dan Depresi

Kenali Apa yang Anda Rasakan, Ini Beda Sedih dan Depresi

Health
Ciri-ciri Kanker Mulut Harus Diwaspadai Sejak Dini

Ciri-ciri Kanker Mulut Harus Diwaspadai Sejak Dini

Health
10 Kebiasaan yang Memicu Penyakit Ginjal

10 Kebiasaan yang Memicu Penyakit Ginjal

Health
Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.