Kompas.com - 26/06/2015, 14:39 WIB
Ilustrasi. ShutterstockIlustrasi.
EditorBestari Kumala Dewi


KOMPAS.com
- Salah satu cara merawat gigi adalah dengan menyikat gigi. Tapi, jangan lupa, Anda pun perlu merawat sikat gigi, agar terhindar dari berbagai kuman dan penyakit.

Anda tentu tak pernah menyadari apa saja yang menempel di bulu sikat gigi. “Sikat gigi bisa terkontaminasi berbagai bakteri mikroba mulut begitu masuk ke dalam mulut,” ujar Sharon Cooper, PhD, profesor klinis University of Florida College of Dentistry.

Virus dan bakteri dari mulut orang yang sedang terinfeksi bisa hidup selama berminggu-minggu pada permukaan sikat gigi dan akan terus-menerus menyebabkan penyakit, kata Cooper.

Bahkan, dalam kondisi normal, mikroorganisme yang sehat dapat menyebabkan infeksi, terutama jika masuk ke dalam jaringan gusi yang sedang terluka. Apalagi, sikat gigi tidak dijual dalam kemasan steril, sehingga sangat mungkin ada bakteri yang menempel di sikat gigi, meski baru dikeluarkan dari kemasan sekalipun, ungkap Asosiasi Gigi Amerika secara resmi dalam pembahasan perawatan sikat gigi.

Jaga kebersihan sikat gigi

Anda mungkin tidak pernah berpikir untuk membersihkan sikat gigi Anda, karena Anda merasa telah mencucinya dengan air setiap hari setelah menggosok gigi. Namun, membersihkan sikat gigi wajib dilakukan dan dengan cara yang mudah.

Untuk mencuci sikat gigi, bilas sikat gig keseluruhan menggunakan air keran mengalir untuk menghilangkan berbagai kotoran. Jika perlu, Anda bisa merendamnya dalam obat kumur antibakteri dan memasukkannya ke dalam sterilisator. Untuk membersihkan sikat gigi secara maksimal, sebagian orang ada yang menggunakan sinar ultraviolet untuk membunuh mikroorganisme di dalam sikat gigi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setelah mencuci sikat gigi, simpanlah di tempat yang benar. Hindari menyimpan sikat gigi di dalam lemari dalam keadaan basah atau meletakkannya di cangkir dan kemudian meninggalkannya. Cara penyimpanan yang tepat adalah meletakkannya dengan tegak di rak atau di cangkir, tapi setelah kering beri penutup yang masih memungkinkan adanya sirkulasi udara. Pasalnya, kurangnya udara bisa menumbuhkan bakteri.

Ganti secara rutin

Selalu ganti sikat gigi Anda setiap 3-4 bulan sekali, atau ketika sikat gigi sudahh tak nyaman dan tak layak digunakan, meski belum mencapai 3 bulan. “Bulu sikat gigi yang sudah berantakan tak akan membersihkan gigi dan gusi Anda dengan benar,” ujar Cooper.

Selain itu, selalu ganti sikat gigi setelah Anda sakit. Begitupun dengan seluaruh anggota keluarga di rumah. Karena, sikat gigi yang digunakan orang sakit menyimpan banyak bakteri, jadi sebaiknya segera buang dan ganti dengan yang baru.

Terpenting, hindari menggunakan sikat gigi bergantian, meski dengan anggota keluarga sendiri. Berbagi sikat gigi akan mentransfer air liur dan juga bakteri, termasuk jenis yang menyebabkan kerusakan gigi. “Kerusakan gigi dianggap sebagai penyakit yang menular, jelas ini adalah salah satu alasan mengapa tak perlu berbagi sikat gigi dengan orang lain,” jelas Cooper.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Sumber WebMD
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

11 Cara Menjaga Kesehatan Mata yang Baik Diperhatikan

11 Cara Menjaga Kesehatan Mata yang Baik Diperhatikan

Health
8 Penyebab Selangkangan Hitam, Bisa Terkait Penyakit

8 Penyebab Selangkangan Hitam, Bisa Terkait Penyakit

Health
3 Gejala Ejakulasi Dini yang Perlu Diperhatikan

3 Gejala Ejakulasi Dini yang Perlu Diperhatikan

Health
Penis Gatal

Penis Gatal

Penyakit
9 Bahaya Obesitas yang Perlu Diwaspadai

9 Bahaya Obesitas yang Perlu Diwaspadai

Health
Premenstrual Syndrome (PMS)

Premenstrual Syndrome (PMS)

Penyakit
Vitiligo pada Bayi, Kenali Penyebab dan Cara Menyembuhkannya

Vitiligo pada Bayi, Kenali Penyebab dan Cara Menyembuhkannya

Health
Gangguan Pendengaran

Gangguan Pendengaran

Penyakit
Apakah Flu Penyakit yang Berbahaya?

Apakah Flu Penyakit yang Berbahaya?

Health
Fenilketonuria

Fenilketonuria

Penyakit
Apakah Demam Berdarah (DBD) Menular?

Apakah Demam Berdarah (DBD) Menular?

Health
Hiperemesis Gravidarum

Hiperemesis Gravidarum

Penyakit
3 Manfaat Kesehatan Buah Naga

3 Manfaat Kesehatan Buah Naga

Health
Seasonal Affective Disorder (SAD)

Seasonal Affective Disorder (SAD)

Penyakit
7 Gejala Pembekuan Darah di Otak yang Perlu Diwaspadai

7 Gejala Pembekuan Darah di Otak yang Perlu Diwaspadai

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.