Kompas.com - 28/06/2015, 19:05 WIB
Ilustrasi ikan dan sayuran. SHUTTERSTOCKIlustrasi ikan dan sayuran.
|
EditorBestari Kumala Dewi

Perbanyak asupan ikan dan sayur. Selain direkomendasikan dalam panduan makan sehat, sumber makanan tersebut juga membuat Anda panjang umur. 

Penelitian yang dilakukan di Swedia terhadap 4.000 pria dan perempuan berusia 60 tahun menunjukkan, mereka dengan kadar lemak tak jenuh jamak paling tinggi dalam darah (yang berasal dari ikan dan tumbuhan), sedikit saja yang meninggal akibat penyakit jantung. Riset tersebut, dikatakan Dr. Ulf Riserus, periset gizi dari Uppsala University, Swedia, mendukung panduan diet saat ini yang menyarankan asupan baik atas minyak ikan maupun sayur dalam diet sehat jantung. 

Lemak tak jenuh jamak dan tunggal merupakan jenis lemak baik yang dapat meningkatkan kadar kolesterol sehat. Terutama, ketika digunakan sebagai pengganti lemak jenuh dan trans yang tergolong lemak jelek. Lemak baik ini dijumpai pada ikan, seperti salmon, alpukat, zaitun, kenari, minyak kedelai, jagung, kanola, zaitun, maupun bunga matahari. 

Panduan diet saat ini menyarankan orang dewasa memperoleh tak lebih dari 20-35 persen kalori harian yang berasal dari lemak. Sebagian besar dari komponen ini sebaiknya berasal dari lemak baik, lemak jenuh tak lebih dari 10 persen dan sesedikit mungkin untuk lemak trans. 

Dikatakan Dr. Riserus dan koleganya dalam jurnal Circulation, bukti baru menunjukkan, jenis lemak yang dikonsumsi seseoang bisa lebih penting daripada kuantitasnya dalam mempengaruhi asam lemak yang bersirkulasi dalam darah. 

Dalam studi, kadar lebih tinggi atas satu asam lemak yang dijumpai pada minyak sayur, yaitu asam linoleat, dihubungkan dengan penurunan 27 persen atas kemungkinan kematian di antara pria, tetapi tidak di antara perempuan. Sementara bagi pria dan perempuan, dua asam lemak yang dijumpai dalam ikan, yaitu EPA dan DHA, dihubungkan dengan risiko kematian lebih rendah sebesar 20 persen. 

Para periset juga menjumpai bahwa perempuan dengan kadar asam alfa linolenat (ALA) paling tinggi, memiliki 72 persen risiko lebih tinggi atas penyakit kardiovaskuler. Hanya saja, karena hasilnya tidak sejalan dengan studi lain, mereka mempertimbangkan kalau hal ini belum berarti ALA meningkatkan risiko penyakit jantung. Akan tetapi, hasil tersebut merefleksikan konsumsi tinggi dari margarin, massa otot yang rendah, maupun kondisi kesehatanlainnya. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dari penelitian ini, pesan yang ingin disampaikan (dan terus didengungkan sepanjang waktu), disebutkan Samantha Heller, nutrisionis dari New York University Center for Musculoskeletal Care and Sports Performance, adalah mengonsumsi lebih banyak sumber makanan berbasis tumbuhan dan lebih sedikit sumber hewani. 

Namun, perlu diingat bahwa gaya hidup sehat secara menyeluruh harus menjadi pertimbangan. Ini berarti memasukkan aktivitas fisik hariann dan mengonsumsi sedikit saja sumber hewani seperti daging, keju, maupun mentega.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Nyeri Tumit
Nyeri Tumit
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Gejala Kanker Ovarium, Wanita Perlu Waspada

7 Gejala Kanker Ovarium, Wanita Perlu Waspada

Health
Gangguan Stress Pascatrauma (PTSD)

Gangguan Stress Pascatrauma (PTSD)

Penyakit
5 Manfaat Sunat untuk Kesehatan Laki-laki

5 Manfaat Sunat untuk Kesehatan Laki-laki

Health
Eklampsia

Eklampsia

Penyakit
13 Cara Mengatasi Sakit Perut saat Haid Pakai Obat dan Secara Alami

13 Cara Mengatasi Sakit Perut saat Haid Pakai Obat dan Secara Alami

Health
Patah Tulang

Patah Tulang

Penyakit
10 Obat Eksim Alami yang Bisa Dijajal di Rumah

10 Obat Eksim Alami yang Bisa Dijajal di Rumah

Health
Regurgitasi Aorta

Regurgitasi Aorta

Penyakit
Mengenal Double Pneumonia, ketika Infeksi Menyerang Kedua Paru

Mengenal Double Pneumonia, ketika Infeksi Menyerang Kedua Paru

Health
Apakah Susu Efektif untuk Mencegah Osteoporosis?

Apakah Susu Efektif untuk Mencegah Osteoporosis?

Health
Gangguan Makan

Gangguan Makan

Penyakit
Cara Meredakan Sakit Akibat Gigi Bungsu Tumbuh

Cara Meredakan Sakit Akibat Gigi Bungsu Tumbuh

Health
5 Hal yang Bisa Membuat Gula Darah Melonjak

5 Hal yang Bisa Membuat Gula Darah Melonjak

Health
Iktiosis

Iktiosis

Penyakit
Kenali Pendarahan Implantasi, Tanda-tanda Awal Kehamilan

Kenali Pendarahan Implantasi, Tanda-tanda Awal Kehamilan

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.