Kompas.com - 05/08/2015, 11:10 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Saat ini rasa yang lezat menjadi pertimbangan utama banyak orang saat mengisi perutnya yang lapar. Kadang-kadang, kita juga memasukkan unsur "sehat" dalam syarat makanan tersebut, tapi lebih sering yang penting enak dan mengenyangkan.

Ketika rasa menjadi pertimbangan utama dalam memilih makanan, sebenarnya yang kita lakukan hanya memanjakan lidah. Makanan yang menggugah selera tersebut sebenarnya hanya enak pada saat itu saja.

Tubuh kita pada dasarnya akan memberitahu penilaiannya setelah kita mengonsumsi suatu makanan. Para ahli menyebut feedback yang diberikan tubuh itu dengan istilah "mabuk makanan".

Sinyal yang diberikan tubuh sebagai feedback atas apa yang kita makan bermacam-macam, mulai dari kekenyangan hingga rasa tidak nyaman di perut atau mual.

"Kelebihan atau kekurangan nutrisi bisa menyebabkan rasa tidak enak badan, demikian juga saat kita kelebihan toksin," kata Fred Provenza, profesor dari Utah State University yang banyak meneliti tentang pemahaman nutrisi pada binatang.

Sayangnya, kita seringkali mengabaikan sinyal yang diberikan tubuh tersebut. Di alam, rasa dan nutrisi adalah hal yang beriringan. Untuk hewan, rasa adalah perwakilan dari kebutuhan nutrisinya.

Penelitian menunjukkan sebenarnya hal itu juga berlaku pada manusia. Namun, rasa dan tambahan makanan membuat kita tak menanggapi pentingnya nilai nutrisi dalam makanan.

Di zaman modern ini, perasa makanan artifisial seringkali membuat sebuah makanan jadi kurang bernutrisi. Menambah kalori dan gula tanpa memenuhi kebutuhan tubuh.

Pada hewan, perasaan kenyang terjadi saat mereka mengasup makanan dengan jumlah nutrisi yang cukup. Rasa tidak nyaman setelah makan seringkali disebabkan karena kelebihan nutrisi dan toksin serta kekurangan nutrisi.

Apa yang menyebabkan kelebihan dan kekurangan sangat tergantung pada morfologi, fisiologi dan kebutuhan nutrisinya.

Dari sudut pandang evolusi, menurut Provenza, sensitif pada feedback dari tubuh ini sangat penting karena hewan-hewan jadi memahami apakah mereka keracunan atau tidak cukup nutrisi yang dibutuhkan untuk membuat tubuhnya sehat.

Pada makanan modern, kita sudah terpisahkan antara makanan dan informasi nutrisi.

"Perasa tambahan membuat makanan terasa lebih lezat dari yang seharusnya. Tambahkan rasa stroberi dalam minuman mengandung gula dan tiba-tiba minuman buah ini jadi enak sehingga kita akan kelebihan kalori," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Vox
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.