Kompas.com - 07/09/2015, 13:03 WIB
Ilustrasi. ShutterstockIlustrasi.
|
EditorBestari Kumala Dewi
KOMPAS.com - Vaksin Human papillomavirus (HPV) berguna untuk mencegah seseorang terinfeksi HPV yang bisa menyebabkan kanker serviks. Namun, sebuah laporan medis menunjukkan, pemberian vaksin HPV juga dapat mengobati kutil.

Dalam laporan terbaru yang dipublikasikan di jurnal JAMA Dermatology, seorang pria berusia sekitar 60 tahun berhasil menghilangkan kutil di bibir, lidah, dan pipi setelah diberi vaksin HPV. Sebelum pemberian vaksin, kutil tersebut selalu tumbuh kembali setelah diobati. Dokter kemudian mendiagnosis pria tersebut terinfeksi HPV. Ada banyak jenis HPV yang tak hanya menyebabkan kanker serviks, tetapi menyebabkan masalah kutil dan kanker mulut.

Dokter John Stern dari Divisi Penyakit Menular di Universitas Pennsylvania mengungkapkan, setelah sebulan menerima vaksin HPV dosis pertama, satu per satu kutil hilang. Selama 3 bulan, kutil pun benar-benar hilang dan tak kembali lagi. Hingga saat ini atau sudah 2 tahun, kutil pun tak muncul kembali. "Kutil menghilang begitu saja," kata Stern kepada Live Science.

Apakah pemberian vaksin HPV ampuh digunakan oleh pasien lain? Peneliti pun mencari literatur medis mengenai hal itu. Sejak 2010, telah ada delapan laporan tentang kutil pasien yang hilang setelah menerima vaksin HPV. Beberapa pasien bahkan sembuh hanya dua sampai tiga minggu setelah vaksinasi. Ada seorang wanita berusia 41 tahun yang kutilnya bisa hilang selama 6 bulan setelah mendapatkan vaksin HPV.

Akan tetapi, sebuah studi tahun 2013 menunjukkan, enam orang dengan kutil kelamin akan mendapati kembali penyakitnya setelah menerima vaksin HPV. Selain itu, tahun 2007 terhadap lebih dari 2.000 wanita dengan infeksi HPV genital menunjukkan, bahwa vaksin HPV tidak mempercepat sembuhnya infeksi. Untuk itu, menurut Stren harus ada penelitian lebih lanjut untuk memastikan apakah vaksin HPV manjur diberikan untuk mengobati kutil.

Dokter Amesh Adalja, seorang spesialis penyakit infeksi dan dari University of Pittsburgh Medical Center's Center for Health Security mengatakan, kasus ini bisa dijadikan bahan oleh peneliti untuk mengetahui mengapa vaksin HPV tak bisa mengobati kutil bagi semua orang. 


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X