Kompas.com - 25/09/2015, 11:25 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
EditorLusia Kus Anna
KOMPAS.com - Tak diragukan lagi pola makan sehat sangat penting untuk menjaga kesehatan. Tapi, jika pengaturan pola makan ini terlalu ekstrim akibatnya justru berbahaya karena kita bisa kekurangan vitamin dan mineral yang didapat dari mengonsumsi beragam jenis makanan.

Bagi sebagian orang, keinginan untuk makan secara sehat, “bersih” dan bebas makanan yang diproses, telah menjadi obsesi. Kondisi ini disebut juga ortoreksia.

“Kondisi ini mirip dengan gangguan obsesif kompulsif yang dicirikan dengan hanya mau mengonsumsi makanan yang sehat, hanya mengasup makanan 'alami' dan mencoba menghindari kontaminasi dari makanan lain," kata Susan Ringwood, ketua badan amal untuk gangguan makan, Beat.

Para ilmuwan melaporkan bahwa jumlah pengidap ortoreksia semakin meningkat, namun mereka tidak menemukan pengelompokan medis untuk kondisi ini dan tidak termasuk gangguan pola makan secara "resmi".

Yang membedakan ortoreksia dengan anoreksi dan bulimia adalah, pengidap anoreksia membatasi makanan yang diasupnya sedangkan bulimia tidak ada batasan makanan, namun mereka memuntahkan kembali makanan yang sudah ditelannya. Sedangkan ortoreksia lebih mendorong individu untuk mengonsumsi makanan dalam satu cara, serta berpikir dan berperilaku tak jauh dari makanan.

Ortoreksia berbeda dengan menjalani perencanaan makanan untuk alasan tertentu atau disebabkan oleh intoleransi makanan. Garis batas antara kedua hal itu memang samar, ini sebabnya ortoreksi sering tidak dideteksi.

Jadi, boleh-boleh saja menjalani satu pola makan tertentu, entah itu diet paleo, makrobiotik, rendah lemak, rendah karbo, atau bebas gluten. Tetapi saat pilihan dan fleksibilitasnya terlalu kaku, biasanya ini adalah tanda ada gangguan.

"Menghindari seluruh kelompok makanan dari pola makan karena ingin sehat sesungguhnya tidak menyehatkan," kata Emmy Gilmour, pakar di bidang gangguan pola makan.

Pada intinya, seorang ortoreksia tidak nyaman dengan dirinya sendiri jika tidak mengikuti peraturan makan yang ketat yang sudah mereka buat. Ketika mereka makan makanan yang tidak sehat, mereka tidak segan untuk “menghukum” diri mereka sendiri dengan berpuasa.

Tentunya kita patut waspada dan paham mengapa kita harus mengatur pola makan demi menjaga kesehatan tubuh daripada menyiksa diri sendiri. Berikut adalah tanda jika seseorang mengidap Ortoreksia

1. Obsesi pada pola makan yang terlalu sempurna.
2. Menghindari makanan yang bisa menyebabkan alergi yang belum tentu dibenarkan oleh dokter.
3. Menyantap suplemen secara berlebihan.
4. Berat badan di bawah rata-rata.
5. Obsesi dengan olahraga.
6. Perilaku yang tidak masuk akal dalam menyiapkan makanan dan juga kebersihan makanan.
7. Mengaggungkan makanan yang dianggap sehat dan alami.
8. Selalu menghubungkan makanan dengan segala masalah kesehatan. (Muthia Zulfa)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Health
Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Health
10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

Health
Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Health
Sindrom Steven-Johnson

Sindrom Steven-Johnson

Penyakit
Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Health
Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Health
Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Health
Apa Penyebab Kulit Kering?

Apa Penyebab Kulit Kering?

Health
4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

Health
8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

Health
Sindrom Asperger

Sindrom Asperger

Penyakit
Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Health
Gagal Ginjal

Gagal Ginjal

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.