Kompas.com - 27/09/2015, 19:08 WIB
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com — Sperma yang bagus dibutuhkan wanita agar ia cepat hamil karena hal tersebut merupakan salah satu faktor penting agar ibu dapat hamil. Namun, belakangan ini, beredar kabar bahwa pestisida pada buah dan sayur dapat merusak sperma. Padahal, buah dan sayur merupakan jenis makanan yang baik untuk kesehatan.

 

Dalam sebuah penelitian, beberapa pria yang mengalami penurunan jumlah sperma dikumpulkan. Menurut hasil penelitian itu, mereka mengalami kondisi tersebut karena telah terlalu banyak mengonsumsi buah dan sayuran pada produk segar.

 

Namun, seorang penulis senior penelitian yang sekaligus merupakan profesor nutrisi dan epidemilogi Harvard University's School of Public Health, Jorge Chavarro, mengatakan, walaupun terbukti bahwa penyebabnya adalah pestisida buah dan sayuran, bukan berarti pria harus berhenti mengonsumsi buah dan sayur. Mereka dapat memilih buah yang memiliki kandungan pestisida rendah.

 

Beberapa jenis makanan, seperti kacang-kacangan, manggis, dan bawang, dinilai sebagai tanaman rendah residu pestisida. Sementara itu, merica, bayam, stroberi, apel, dan pir diketahui mengandung pestisida lebih.

 

Efek dari pestisida terhadap sperma pria pun telah dipelajari secara luas. Sebagai contoh, sebuah penelitian mengaitkan pestisida dengan sterilitas pria yang bekerja di bidang agrikultur atau sebagai pembasmi. Namun, penelitian baru ini merupakan penelitian pertama yang melihat bagaimana pengaruh pestisida dalam pola makan pria terhadap jumlah dan kualitas sperma.

 

Selain itu, para ahli menguji kesuburan pria dengan tiga faktor, seperti penghitungan jumlah sperma (jumlah sel), morfolog sperma (bentuk), serta mobilitas sperma (kemampuan berenang). Hasilnya, pria yang banyak memakan buah dan sayuran dengan kadar pestisida tinggi rata-rata memiliki jumlah sperma sebanyak 86 juta per ejakulasi dibandingkan mereka yang mengonsumsi asupan pestisida berkadar rendah dengan 171 juta sperma.

 

Tak hanya itu, pestisida juga memengaruhi jumlah sperma yang berbentuk sempurna. Di antara pria yang mengonsumsi produk mengandung pestisida lebih, sebesar 5,7 persen menghasilkan sperma dengan bentuk normal, dibandingkan 7,8 persen pada pria yang mendapat paparan pestisida lebih sedikit dari buah dan sayur. Meskipun demikian, jumlah buah dan sayuran yang dimakan oleh pria tidak memengaruhi sperma mereka.

 

Akan tetapi, temuan ini memiliki kelemahan karena responden yang mengikuti uji coba tersebut telah terdiagnosis memiliki masalah kesuburan atau mengalami penyimpangan pada sperma. Tak hanya itu, efek dari pestisida dalam makanan pria terhadap sperma tergantung pada genetika atau faktor pertumbuhan pria.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.