Kompas.com - 02/10/2015, 20:17 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna
Buat sebagai orang, tidur mungkin adalah sesuatu yang secara alami dialami setiap malam. Tanpa susah payah ketika waktu sudah menunjukkan malam maka beberapa orang dalam waktu kurang dari 30 menit terbaring di ranjang akan sudah mulai terlelap.

Ada memang beberapa yang harus terjaga sampai dini hari tetapi kita mulai menetapkan ingin tidur, tidak sulit baginya untuk tidur. Bahkan salah seorang teman pernah berkata bahwa dirinya itu “pelor” alias nempel molor. Tentu orang-orang seperti ini sangat beruntung.

Sayangnya banyak di antara kita juga yang mengalami kesulitan tidur. Walaupun sudah bolak balik di ranjang selama lebih dari sejam, perasaan kantuk tak kunjung datang. Ada juga yang baru tertidur sejam lalu terbangun dan sulit tidur kembali. Beberapa orang bahkan tidak mampu terus terlelap sampai pagi, paling lama mereka tidur hanya 3 jam saja sehingga sering terbangun di dini hari.

Kasus-kasus gangguan tidur yang dikategorikan insomnia ini banyak ditemukan di dalam praktek sehari-hari. Dokter umum di Indonesia saat ini diberikan kompetensi untuk mendiagnosis dan mengobati gangguan insomnia. Sayangnya ternyata beberapa kasus insomnia tidak semudah teori pengobatannya.

Beberapa yang termasuk insomnia kronis (lebih dari sebulan) adalah termasuk kasus sulit yang mulai sulit disembuhkan bahkan oleh spesialis kedokteran jiwa sekalipun.

Diagnosis tepat kuncinya

Gangguan insomnia dapat didiagnosis di pelayanan primer. Dokter umum sebagai dokter di lini terdepan pelayanan kesehatan masyarakat harus mampu mendiagnosis gangguan insomnia secara tepat. Pasien gangguan insomnia biasanya mengeluh keluhan sulit tidur atau sulit mempertahankan tidur. Pada kasus-kasus yang biasanya datang ke dokter umum kebanyakan mungkin lebih banyak kasus insomnia yang masih di bawah sebulan berlangsungnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Masalah medis umum yang mungkin bisa menyebabkan insomni juga perlu diselidiki teliti. Beberapa penyakit seperti jantung, diabetes, reumatik, paru-paru dan gangguan nyeri kronis juga sering menjadi penyebab insomnia. Pengobatan keluhan dasar dari insomnia ini sangat berhubungan dengan keberhasilan pengobatan insomnianya juga.

Pengobatan

Pengobatan untuk insomnia memang tidak langsung dengan obat-obatan anti-insomnia. Sebaiknya dokter juga menilai pola tidur pasien. Sering kali ditemukan masalah insomnia lebih terkait kebiasaan pasien yang pola tidurnya tidak teratur dan sering kali juga menggunakan alkohol dan obat-obatan narkotika secara sering.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Detak Jantung Melambat, Bahayakah?

Detak Jantung Melambat, Bahayakah?

Health
Flu Hong Kong

Flu Hong Kong

Penyakit
Dokter Ingatkah Atlet Juga Bisa Alami Obesitas Meski Rutin Olahraga

Dokter Ingatkah Atlet Juga Bisa Alami Obesitas Meski Rutin Olahraga

Health
Lidah Berdarah

Lidah Berdarah

Penyakit
Mengapa Kematian Akibat Kanker Paru-paru pada Wanita Lebih Tinggi?

Mengapa Kematian Akibat Kanker Paru-paru pada Wanita Lebih Tinggi?

Health
Jari Tangan Bengkok

Jari Tangan Bengkok

Penyakit
Kenali 8 Penyebab Jerawat di Dada

Kenali 8 Penyebab Jerawat di Dada

Health
Pilek

Pilek

Penyakit
8 Infeksi Menular Seksual yang Sering Menyerang

8 Infeksi Menular Seksual yang Sering Menyerang

Health
5 Posisi Seks saat Hamil Tua yang Aman

5 Posisi Seks saat Hamil Tua yang Aman

Health
Pantat Bau

Pantat Bau

Penyakit
7 Ciri-ciri Penyakit Ginjal Stadium Awal

7 Ciri-ciri Penyakit Ginjal Stadium Awal

Health
Bau Badan

Bau Badan

Penyakit
Apa Penyebab Tumor Usus Besar?

Apa Penyebab Tumor Usus Besar?

Health
Kaki Kaku

Kaki Kaku

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.