Kompas.com - 08/10/2015, 14:45 WIB
EditorLusia Kus Anna
BEKASI, KOMPAS.com - Sunat tidak hanya perlu dilakukan karena alasan agama, tapi juga alasan kesehatan. Selain untuk anak-anak, sebenarnya tidak ada batasan usia untuk melakukan tindakan ini sehingga pria dewasa pun direkomendasikan untuk disunat.

Organisasi kesehatan dunia (WHO) menyebutkan, salah satu manfaat tindakan sunat adalah bisa menurunkan risiko penularan HIV pada pria dan penularan infeksi menular seksual. Sayangnya, banyak pria dewasa yang malu melakukannya.

"Meyakinkan pasien dewasa lebih sulit karena mereka terkadang merasa malu, khawatir dengan tindakannya, atau takut disuntik," kata Maharani Shinta Dewi dari manajemen klinik Rumah Sunatan Bekasi, Kamis (8/10/15).

Di klinik Rumah Sunatan yang tersebar di Jabodetabek, setiap bulannya menerima 50 pasien sunat dewasa. Menurut Maharani, kebanyakan pasien tersebut melakukan sunat karena alasan ingin menikah dan berpindah agama Islam atau karena dorongan pribadi agar lebih sehat.

Seperti halnya Arif (bukan nama sebenarnya). Pria berusia 27 tahun yang sudah menikah ini berminat untuk disunat karena banyak mencari info tentang manfaat sunat.

"Saya juga didorong oleh istri yang kebetulan seorang perawat. Selain itu banyak membaca di media dan internet tentang manfaat sunat. Sebelum disunat saya banyak cari info tentang prosedurnya untuk meyakinkan diri," kata pria asal Sumatera Utara ini.

Khitan pada orang dewasa pada dasarnya tidak ada perbedaan dengan pada anak-anak. "Khitan adalah membuang sebagian kulit kepala penis sehingga setelahnya lebih mudah dibersihkan," kata dr.Muhammad Zaiem dari Rumah Sunatan.

Meski demikian, menurut Zaeim sunat pada orang dewasa memang memiliki beberapa kesulitan. "Ya, boleh dibilang gampang-gampang susah. Karena itu di klinik ini dokter yang menangani khitan dewasa harus mendapat pelatihan khusus," katanya.

Salah satu tantangan dari sunat dewasa adalah luka yang lebih lama sembuh. "Secara fisiologi pria dewasa lebih mudah ereksi sehingga ada risiko jahitannya bisa lepas. Untuk menyiasatinya, pasien disarankan mengalihkan perhatiannya agar tidak gampang ereksi sebelum lukanya sembuh," ujarnya.

Saat ini metode sunat sudah berkembang pesat. Selain metode konvensional, sudah ada cara sunat dengan electric cauter atau biasa disebut laser, dan juga metode clamp (penjepitan).

"Untuk orang dewasa lebih cocok yang metode laser karena lebih minim perdarahan dibanding yang konvensional. Sementara kalau pakai clamp luka jahitannya gampang terbuka lagi saat ereksi sebelum masa penyembuhan," katanya.

Dengan metode laser, proses khitan bisa dilakukan sekitar satu jam. Luka juga biasanya sudah kering sekitar 7 hari dan pasien bisa tetap memakai celana seperti biasa. "Hanya saja harus pakai celana dalam yang longgar dan jangan melakukan olahraga dulu sampai lukanya kering," paparnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Mengurangi Risiko Kanker Ovarium

Cara Mengurangi Risiko Kanker Ovarium

Health
Jangan Sampai Kecolongan, Gejala Kanker Usus Bisa Dilihat dari Feses

Jangan Sampai Kecolongan, Gejala Kanker Usus Bisa Dilihat dari Feses

Health
Tips untuk Menjaga Kesehatan Usus

Tips untuk Menjaga Kesehatan Usus

Health
7 Gejala Kanker Usus dan Penyebabnya

7 Gejala Kanker Usus dan Penyebabnya

Health
6 Faktor Risiko Kanker Ovarium

6 Faktor Risiko Kanker Ovarium

Health
5 Masalah Payudara Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

5 Masalah Payudara Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

Health
Panduan Singkat untuk Perawatan Bayi Baru Lahir

Panduan Singkat untuk Perawatan Bayi Baru Lahir

Health
6 Cara Mencegah Kanker Usus yang Penting Dilakukan

6 Cara Mencegah Kanker Usus yang Penting Dilakukan

Health
8 Penyebab BAB Keras dan Cara Mengatasinya

8 Penyebab BAB Keras dan Cara Mengatasinya

Health
Apakah Mata Belekan pada Bayi Normal?

Apakah Mata Belekan pada Bayi Normal?

Health
Kanker Payudara Stadium 1, Apa Bisa Sembuh?

Kanker Payudara Stadium 1, Apa Bisa Sembuh?

Health
9 Herbal Penghilang Rasa Sakit Alami

9 Herbal Penghilang Rasa Sakit Alami

Health
10 Cara Mengobati Ambeien Secara Alami

10 Cara Mengobati Ambeien Secara Alami

Health
Kapan Waktu yang Tepat untuk Cabut Gigi Bungsu?

Kapan Waktu yang Tepat untuk Cabut Gigi Bungsu?

Health
Perbedaan Kanker Ovarium dan Kanker Serviks

Perbedaan Kanker Ovarium dan Kanker Serviks

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.