Kompas.com - 08/10/2015, 17:00 WIB
EditorLusia Kus Anna
BEKASI, KOMPAS.com - Meski sunat pada orang dewasa pada dasarnya sama saja dengan sunat pada anak-anak, tapi pada pelaksanaannya tindakan sunat dewasa tidak semudah pada anak. Ini karena karateristik penis yang berbeda.

"Ada beberapa kesulitan pada khitan orang dewasa. Jadi memang gampang-gampang susah. Makanya dokter yang melakukannya perlu pelatihan khusus," kata dr.Muhammad Zaiem dari klinik Rumah Sunatan Bekasi, Kamis (8/10/15).

Secara fisik, penis pria dewasa memiliki karateristik yang lebih beresiko mengalami perdarahan. Kulit kulup (prepusium) yang hendak dibuang juga berbeda pada orang dewasa.

"Pada anak-anak tindakan sunat lebih leluasa karena kulit kulupnya lebih elastis, sedang orang dewasa tidak. Karena itu pada pria dewasa membuang kulitnya tidak boleh kebanyakan agar tidak terjadi regangan saat ereksi karena bisa menyebabkan sakit," kata Zaiem.

Pada pasien anak, kulit penisnya akan mengikuti bentuk dan ukuran penis sehingga tidak ada masalah. Selain itu secara fisiologi pria dewasa lebih mudah dan rutin mengalami ereksi, bahkan dengan rangsang sekecil apa pun sehingga beresiko menimbulkan rasa nyeri, perdarahan, hingga terlepasnya jahitan setelah sunat dilakukan.

Menurut Zaiem, biasanya pasien sunat dewasa yang sudah menikah atau memiliki pasangan disarankan untuk tidak melakukan kontak fisik atau tindakan yang bisa menyebabkan terjadinya ereksi.

"Perhatiannya dialihkan dulu ke hal lain agar tidak terangsang. Selain itu sesudah sunat juga sebaiknya buang air kecil tengah malam agar kandung kemih tidak terlalu penuh sehingga pagi hari ereksinya tidak terlalu kuat," katanya.

Pasien sunat dewasa juga disarankan untuk tidak berhubungan seksual sekitar 3-4 minggu sampai luka jahitan benar-benar sembuh. "Ada juga pasien yang tidak nurut sehingga jahitannya lepas. Padahal ini berarti harus mengulang 70 persen prosedur sunatnya karena harus dijahit lagi. Tapi ini jarang," paparnya.

Selain fisik, faktor yang sangat krusial dalam sunat dewasa adalah psikis. Pria dewasa umumnya merasa enggan dan malu karena merasa sudah terlalu tua untuk disunat. Pria dewasa yang memutuskan untuk disunat biasanya akan mencari informasi sebanyak-sebanyaknya mengenai prosedurnya sehingga merasa lebih yakin dan percaya diri.

Zaiem menambahkan, sebenarnya tidak ada batasan usia untuk melakukan sunat. Tetapi, makin tua usia seseorang makin lama masa penyembuhannya. "Paling cepat sekitar 5-7 hari sudah sembuh. Tapi tetap disarankan untuk tidak berolahraga sekitar 2 minggu setelah sunat. Pakai celana juga jangan yang ketat dulu," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.