Kompas.com - 31/10/2015, 09:00 WIB
Rokok elektronik sebenarnya lebih berbahaya dari pada rokok biasa. ShutterstockRokok elektronik sebenarnya lebih berbahaya dari pada rokok biasa.
EditorLusia Kus Anna
JAKARTA, KOMPAS.com - Rokok elektronik sering diklaim lebih aman dari pada rokok konvensional. Padahal, kandungan di dalamnya tetap menimbulkan efek buruk bagi tubuh.

Anggapan rokok elektronik "lebih baik" ketimbang rokok biasa antara lain karena tidak mengandung tar dan tidak menghasilkan asap. Asap yang dihasilkan rokok jenis ini juga berasal dari cairan perasa yang diuapkan.

Meski begitu, menurut dr.Frans Abednego Barus, spesialis paru, baik asap rokok konvensional atau rokok elektronik sama berbahayanya.

"Menurut asumsi saya, menghirup asap rokok biasa atau elektronik tetap berpotensi terkena penyakit para obstruktif kronis. Sumbatan atau perlambatan aliran udara juga bisa terjadi," kata Frans dalam acara seminar Healthy Lung for Life di Hotel Double Tree Jakarta (30/10/15).

Frans menjelaskan, suhu udara yang dikeluarkan rokok elektronik berbeda dari suhu udara sekitar. Dengan suhu udara yang tinggi, sekitar 60 derajat celcius, tentu jika terhirup akan mengakibatkan peradangan yang menghalangi saluran napas.

"Saluran perpasan akan rusak yang ditandai dengan penebalan dinding saluran napas. Jadi menurut saya rokok biasa atau rokok elektrik sama-sama berisiko," ujarnya.

Ia menambahkan, klaim rokok elektronik lebih aman sebenarnya berbahaya karena bisa membuat seseorang menggunakan rokok ini karena adanya rasa aman.

“Faktor rasa aman itulah yang membuat orang ketagihan  rokok elektronik dan potensi terkena kanker akan jauh lebih tinggi dibanding rokok biasa” tambahnya. (Muthia Zulfa)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa Penyebab Jerawat di Vagina?

Apa Penyebab Jerawat di Vagina?

Health
Vaginosis Bakterialis

Vaginosis Bakterialis

Penyakit
5 Cara Terapi Uap untuk Mengatasi Hidung Tersumbat

5 Cara Terapi Uap untuk Mengatasi Hidung Tersumbat

Health
Polisitemia Vera

Polisitemia Vera

Penyakit
Merasa Sakit di Bawah Payudara Kiri? Kenali Penyebabnya

Merasa Sakit di Bawah Payudara Kiri? Kenali Penyebabnya

Health
Oligomenore

Oligomenore

Penyakit
Mengapa Gigitan Nyamuk Terasa Gatal di Kulit?

Mengapa Gigitan Nyamuk Terasa Gatal di Kulit?

Health
Tromboflebitis

Tromboflebitis

Penyakit
Nyeri Lengan Kiri Bisa Jadi Gejala Serangan Jantung, Kenali Gejalanya

Nyeri Lengan Kiri Bisa Jadi Gejala Serangan Jantung, Kenali Gejalanya

Health
Bayi Berat Lahir Rendah

Bayi Berat Lahir Rendah

Penyakit
Bagaimana Penyakit Liver Bisa Menyebabkan Muntah Darah?

Bagaimana Penyakit Liver Bisa Menyebabkan Muntah Darah?

Health
Insufisiensi Aorta

Insufisiensi Aorta

Penyakit
10 Penyebab Darah Haid Sedikit, Bisa Faktor Usia sampai Penyakit

10 Penyebab Darah Haid Sedikit, Bisa Faktor Usia sampai Penyakit

Health
Limfoma Non-Hodgkin

Limfoma Non-Hodgkin

Penyakit
Awas, Sering Tahan Kecing Bisa Bikin Infeksi Saluran Kemih

Awas, Sering Tahan Kecing Bisa Bikin Infeksi Saluran Kemih

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.