Kompas.com - 26/11/2015, 10:03 WIB
Ilustrasi. shutterstockIlustrasi.
|
EditorBestari Kumala Dewi
JAKARTA, KOMPAS.com - Penyakit kardiovaskular, seperti jantung merupakan salah satu penyakit yang banyak diderita penduduk di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Banyak faktor risiko penyakit jantung dan umumnya karena gaya hidup yang tidak sehat.

Dokter Spesialis Jantung dari Rumah Sakit Gleneagles Singapura, Peter Ting mengatakan, penyakit jantung, seperti terjadinya serangan bisa dicegah jika rutin melakukan cek kesehatan jantung.

Pertama, ketahui dulu risikonya. Setidaknya, ada 9 faktor risiko, yaitu kolesterol tinggi, merokok, kurang olahraga, stres, hipertensi, perut buncit, alkohol, diabetes, dan nutrisi yang buruk. Sembilan faktor risiko tersebut dapat meningkatkan risiko penyumbatan pembuluh darah di jantung. 

"Jika memiliki satu risiko atau lebih, sebaiknya rutin cek kesehatan jantung pada usia muda," ujar Peter dalam diskusi di Jakarta, Rabu (25/11/2015).

Kriteria lainnya, yaitu jika memiliki riwayat keluarga yang terkena serangan jantung pada usia muda. Untuk laki-laki, jika terkena serangan jantung pada usia di bawah 50 tahun dan untuk wanita di bawah 60 tahun.

Jika tidak memiliki faktor risiko itu, maka rutin cek kesehatan jantung bisa dimulai saat usia di atas 45 tahun untuk laki-laki dan di atas 55 tahun untuk wanita.

Ada berbagai cara untuk memeriksa jantung. Jika memiliki faktor riwayat keluarga, bisa dilakukan dengan tes genetik. Selain itu, bisa dengan cek darah, tekanan darah, kolesterol, hingga menggunakan alat untuk mengetahui irama jantung.

Namun, untuk pencegahan utama, lanjut Peter, adalah dengan menjalankan gaya hidup sehat.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Tips Makan Untuk Cegah Diabetes Tipe 2

4 Tips Makan Untuk Cegah Diabetes Tipe 2

Health
Alami Keringat Dingin? Kenali 7 Penyebabnya

Alami Keringat Dingin? Kenali 7 Penyebabnya

Health
Pahami, Kaitan Pola Makan dengan Risiko Diabetes Tipe 2

Pahami, Kaitan Pola Makan dengan Risiko Diabetes Tipe 2

Health
8 Penyebab Memar Tanpa Sebab Jelas, Bisa Jadi Gejala Penyakit

8 Penyebab Memar Tanpa Sebab Jelas, Bisa Jadi Gejala Penyakit

Health
10 Obat Batuk Berdahak Alami ala Rumahan

10 Obat Batuk Berdahak Alami ala Rumahan

Health
5 Cara Mengatasi Kram Perut saat Hamil

5 Cara Mengatasi Kram Perut saat Hamil

Health
4 Cara Mencegah Diabetes Gestasional untuk Ibu Hamil

4 Cara Mencegah Diabetes Gestasional untuk Ibu Hamil

Health
Manfaat Makan Kacang Tanah untuk Penderita Diabetes

Manfaat Makan Kacang Tanah untuk Penderita Diabetes

Health
Cacat Septum Ventrikel

Cacat Septum Ventrikel

Penyakit
Makanan yang Harus Dihindari setelah Alami Keracunan Makanan

Makanan yang Harus Dihindari setelah Alami Keracunan Makanan

Health
Limfoma Sel Mantel

Limfoma Sel Mantel

Penyakit
Cara Hilangkan Kutu Rambut dengan Minyak Kelapa

Cara Hilangkan Kutu Rambut dengan Minyak Kelapa

Health
Pahami Pemicu dan Cara Mencegah Selulit

Pahami Pemicu dan Cara Mencegah Selulit

Health
Hidradenitis Supurativa

Hidradenitis Supurativa

Penyakit
Susu Almond vs Susu Kedelai, Mana yang Lebih Sehat?

Susu Almond vs Susu Kedelai, Mana yang Lebih Sehat?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.