Kompas.com - 05/12/2015, 14:35 WIB
EditorLusia Kus Anna
KOMPAS.com - Kehamilan di usia matang, alias 35 tahun ke atas memang memiliki beberapa risiko, terutama pada kehamilan pertama.

Dengan persiapan matang, risiko dapat diminimalisir dan calon ibu bisa tetap bisa menjalani kehamilan sehat. Lakukan tes prenatal, jaga asupan pola makan sehat, berhenti merokok dan minum alkohol, serta patuhi jadwal pemeriksaan yang diberikan dokter.

Berikut risiko yang mungkin terjadi pada kehamilan di usia matang:

- Pada bayi
Lahir dengan kelainan kromosom. Kondisi ini bisa menyebabkan bayi lahir cacat atau mengalami kelainan kromosom seperti down syndrome.

Bayi juga beresiko lahir prematur atau berat lahir rendah. Komplikasi kesehatan bisa menyertai saat beranjak besar lantaran gangguan pertumbuhan janin.

- Pada ibu
1. Diabetes gestational
Dalam kondisi ini, kadar gula darah ibu tinggi meski sebelumnya tidak menderita diabetes.

Menurut penelitian, prevalensi diabetes gestational pada ibu hamil di usia 35 tahun ke atas hampir mencapai 10 persen dari keseluruhan kehamilan di usia tersebut.

2. Inersia (gangguan kontraksi rahim)
Hamil di usia matang lebih beresiko inersia karena tidak punya cukup kekuatan untuk mendorong janin pada proses kelahiran normal, sehingga sering harus dilakukan operasi sesar.

3. Perdarahan
Ini adalah komplikasi yang menyertai inersia pada kelahiran normal di usia matang. Jika melakukan operasi sesar, komplikasi yang mungkin terjadi adalah atonia (otot-otot rahim tidak bisa berkontraksi setelah plasenta keluar) dan bisa menyebabkan perdarahan hebat.

4. Preeklampsia
Ditandai dengan meningkatnya tekanan darah yang diikuti oleh peningkatan kadar protein di dalam urine. Umumnya muncul di tengah usia kehamilan, meski ada juga yang muncul di awal kehamilan. Jika tak segera ditangani akan berlanjut pada kondisi eklampsia yang dapat berakibat fatal.

5. Kehamilan ektopik (hamil di luar kandungan)
Terjadi karena sel telur tidak melekat di rahim tapi di bagian tubuh lain, semisal di saluran telur, leher rahim, di dalam rongga perut, atau indung telur. Kehamilan ektopik biasanya tak bisa berlangsung normal dan harus segera dikeluarkan karena dapat menimbulkan perdarahan masif.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.