Kompas.com - 18/01/2016, 20:15 WIB
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - "Wanita seringkali malu atau takut mengaku pada pasangannya jika ia jarang mendapat orgasme. Bahkan, tidak jarang, mereka juga malu berkonsultasi ke dokter," kata Dr. Alyssa Dweck, seorang ginekolog di New York dan asisten profesor klinis Mount Sinai School of Medicine.

Menurut Dweck, ketidakmampuan wanita untuk orgasme bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Salah satunya adalah  masalah jantung yang menyebabkan aliran darah yang menuju ke vulva atau klitoris, berkurang. Namun ini adalah kasus yang jarang terjadi. Faktor lain yang lebih sering terjadi yang menghalangi orgasme pada wanita adalah:

 

1. Gangguan hormon

Gangguan hormon bisa disebabkan oleh pil KB.  "Pil pencegah ovulasi dapat mengubah kadar estrogen, progesteron, dan testosteron di dalam tubuh Anda," jelas  Dweck.

Hal ini  dapat memengaruhi libido atau kemampuan Anda  untuk orgasme. Bicarakan dengan dokter kandungan mengenai hal ini untuk mencari alternatif metode KB yang lebih sesuai.

Selain itu, perimenopause, atau masa menjelang menopause,  juga dapat menyebabkan pergeseran hormonal.

 

2. Anda tidak mendapatkan rangsangan klitoris yang cukup.

Klitoris adalah bintang sesungguhnya dari kemampuan wanita mencapai  orgasme. "Sekitar 70 persen wanita orgasme melalui stimulasi klitoris dibanding karena penetrasi penis ke vagina," kata Dweck

Untuk mengatasinya, Dweck menyarankan Anda untuk mencoba posisi yang berbeda yang dapat memberikan rangsangan ekstra, misalnya woman on top. Atau bisa juga Anda meminta pasangan membantu memberi rangsangan pada saat foreplay sampai Anda mencapai orgasme atau nyaris orgasme setelah itu langsung dilanjutkan dengan penetrasi.

 

3. Terlalu banyak stimulasi klitoris.

Di sisi lain, kadang-kadang area Anda yang paling sensitif itu, hanya memerlukan sedikit rangsangan.  Hal ini tidak mengherankan karena, sebagaimana catatan Dweck, klitoris memiliki 8.000 ujung saraf!

"Ada sekelompok wanita yang tidak bisa orgasme, karena terlalu banyak stimulasi pada klitoris," kata Dweck.

Jika ini yang terjadi pada Anda, Dweck menyarankan agar pasangan Anda mengurangi rangsanganya pada saat pemanasan dan mengurangi tekanannya saat hubungan intim berlangsung.

 

4. Anda menderita kecemasan atau depresi.

Sama sekali tidak ada yang salah dengan hal ini. Semua orang bisa mengalaminya. Salah satu efek samping dari rasa cemas adalah kesulitan mencapai orgasme, terutama jika Anda minum obat.

"Bahan kimia obat neurotransmitter seperti serotonin, dopamine, dan norepinephrine dapat memengaruhi respon seksual dan orgasme ," kata Dweck.

Cobalah berbicara dengan dokter Anda tentang terapi yang tidak menyebabkan efek samping gangguan seksual. Yang paling penting, cobalah untuk tidak merasa malu membahas hal ini kepada dokter Anda.

"Wanita harusnya bisa menikmati seks dan mengajukan pertanyaan tanpa merasa malu," kata Dweck.

 

5. Pikiran Anda “mengembara” ke tempat lain

"Bagi wanita, banyak respon seksual dimulai dari otak," kata Dweck.

Untungnya, untuk memperbaiki hal ini tidaklah sulit. Fokuslah kepada rasa nikmat yang diberikan oleh pasangan. Sama seperti ketika Anda mencicipi rasa masakan untuk mengetahui bumbu apa saja yang ada  pada sebuah masakan, adaptasi teknik tersebut ketika berhubungan intim dengan pasangan akan dapat membantu Anda merasakan kenikmatan yang memang seharusnya Anda rasakan dalam sebuah hubungan percintaan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber foxnews
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.