Kompas.com - 21/01/2016, 11:21 WIB
Ilustrasi racun. ShutterstockIlustrasi racun.
EditorLusia Kus Anna
KOMPAS.com - Keracunan sianida merupakan kondisi yang mengancam jiwa. Hal ini karena zat beracun tersebut menghalangi sel manusia menggunakan oksigen sehingga menyebabkan kematian.

Sianida merupakan zat yang amat beracun, tetapi mudah ditemukan di alam ataupun bisa diproduksi manusia. Seperti diwartakan harian Kompas (20/1/16), sejumlah buah serta umbi, seperti biji apel, aprikot, rebung, singkok, dan gadung, mengandung sianida dalam jumlah bervariasi.

Dalam industri, sianida banyak digunakan pada pembuatan kertas, tekstil, dan plastik. Zat beracun itu pun dipakai untuk pembersihan logam atau di pertambangan untuk memisahkan emas dari bijihnya.

Gas sianida dipakai untuk membasmi hama di kapal atau bangunan. Sianida ditemukan pada asap rokok dan hasil pembakaran produk sintetik, seperti plastik.

Seseorang bisa terpapar sianida melalui udara yang dihirup, air minum, makanan, atau menyentuh tanah yang mengandung sianida.

Tanda awal keracunan sianida atau paparan sianida dalam jumlah kecil melalui pernapasan, terserap kulit, dan lewat makanan-minuman ialah napas cepat, denyut jantung meningkat, nyeri kepala, sesak napas, mual, muntah, berkeringat, kulit kemerahan, hingga tubuh lemah. Keracunan sianida memicu perubahan perilaku, seperti cemas, agitasi, dan gelisah.

Tanda akhir keracunan atau paparan sianida berjumlah besar ialah tekanan di susunan saraf pusat hingga muncul tremor (gemetar tak terkontrol), gangguan irama jantung berupa denyut melambat, tekanan darah turun, kejang, koma, hingga hilangnya kesadaran, gagal napas, dan jantung berhenti.

Tingginya daya toksik sianida membuat pertolongan pertama keracunan sianida sulit dilakukan. Apalagi gejala keracunan zat kimia tak khas, mirip keracunan akibat bakteri. Karena itu, pertolongan terbaik yang bisa dilakukan ialah segera membawa korban keracunan ke rumah sakit dan menjelaskan apa yang terjadi secara rinci kepada petugas kesehatan.

Guru Besar Ilmu Farmakologi dan Farmasi Klinik Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada Zullies Ikawati mengatakan, antidot atau anti racun sianida sebenarnya ada, tetapi harus segera diberikan sesaat sesudah terpapar. Namun, itu amat bergantung pada besarnya paparan sianida.

Antidotum yang diberikan bisa berupa cyanokit (hidroksikobalamin) yang disuntikkan. Saat hidroksikobalamin bereaksi dengan sianida, itu akan membentuk sianokobalamin yang dibuang lewat ginjal. Antidotum lain adalah natrium tiosulfat.

"Jika diketahui paparan sianidanya sedikit dan belum terlalu lama, keracunan sianida bisa segera ditangani," ujarnya.

Jika sianida masih di lambung, lambung korban dikuras dan ia dibuat muntah. Jika masuk ke organ tubuh lain, keracunan sianida sulit diatasi. (SAN)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

10 Macam Penyakit yang Ditandai dengan Sakit Kepala

10 Macam Penyakit yang Ditandai dengan Sakit Kepala

Health
Benarkah MSG Berbahaya untuk Kesehatan?

Benarkah MSG Berbahaya untuk Kesehatan?

Health
Hipersalivasi (Ptyalism)

Hipersalivasi (Ptyalism)

Penyakit
Sakit Kepala Hebat Mendadak, Waspadai Pendarahan Intraserebal

Sakit Kepala Hebat Mendadak, Waspadai Pendarahan Intraserebal

Health
Benarkah KB Spiral Dapat Menyebabkan Gemuk?

Benarkah KB Spiral Dapat Menyebabkan Gemuk?

Health
14 Penyebab Bangun Tidur Pinggang Sakit dan Cara Mengatasinya

14 Penyebab Bangun Tidur Pinggang Sakit dan Cara Mengatasinya

Health
Tetanus

Tetanus

Penyakit
17 Tanda Bahaya Kram Perut saat Hamil yang Pantang Disepelekan

17 Tanda Bahaya Kram Perut saat Hamil yang Pantang Disepelekan

Health
VIPoma

VIPoma

Penyakit
7 Cara Menghilangkan Fatty Liver dengan Obat dan Gaya Hidup Sehat

7 Cara Menghilangkan Fatty Liver dengan Obat dan Gaya Hidup Sehat

Health
Insufisiensi Pulmonal

Insufisiensi Pulmonal

Penyakit
4 Penyebab Hidung Meler yang Perlu Diketahui

4 Penyebab Hidung Meler yang Perlu Diketahui

Health
Pemfigoid Bulosa

Pemfigoid Bulosa

Penyakit
9 Bahaya Kelebihan Protein bagi Tubuh

9 Bahaya Kelebihan Protein bagi Tubuh

Health
Limfoma Burkitt

Limfoma Burkitt

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.