Kompas.com - 27/01/2016, 10:00 WIB
EditorLusia Kus Anna
KOMPAS.com – Sebagai penyakit penyebab kematian terbesar di dunia, penyakit jantung menjadi momok menakutkan bagi setiap orang. Sebenarnya banyak yang bisa kita lakukan untuk mengubah faktor risiko penyakit ini.

Menurut penjelasan Dr.Rarsari Soerarso, Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dari RS Jantung Harapan Kita Jakarta, ada faktor risiko risiko yang dapat kita ubah dan tidak dapat diubah.

Faktor-faktor yang tak dapat diubah antara lain usia, jenis kelamin, riwayat keluarga dan ras. Misalnya saja, semakin tua usia seseorang, makin besar risikonya terkena penyakit jantung. Demikian juga dengan jenis kelamin, kaum pria lebih rentan dibanding wanita.

Ada juga ras tertentu yang memiliki risiko lebih besar. Selain itu, kita juga harus mengenali apakah ada riwayat penyakit ini dalam keluarga.

“Ada beberapa kasus di mana pasien mempunyai penyakit jantung padahal dia memiliki pola hidup yang sehat. Namun setelah dicek, ternyata keluarganya mempunyai penyakit jantung semua. Faktor seperti ini juga dapat memicu seseorang terkena penyakit jantung,” ujar Rarsari dalam acara temu media yang diadakan oleh Yayasan Jantung Indonesia, Selasa (26/1/16).

Meskipun demikian, masih ada faktor risiko yang dapat diubah yang bisa meminimalkan kemungkinan seseorang untuk terkena penyakit jantung. Kontribusi dalam faktor yang bisa diubah ini sangat besar.

“Faktor penting seperti tekanan darah, kolesterol dalam tubuh dan gula darah harus dipantau dan diperiksa secara rutin,” katanya.

Dia menambahkan, pemantauan faktor risiko tersebut bisa dilakukan di rumah sakit atau juga secara manual di rumah dan tempat kerja dengan menggunakan alat bantuan seperti pengukur tekanan darah digital. Namun, pemeriksaan di rumah sakit lebih dianjurkan ketimbang yang manual.

Pemeriksaan kesehatan secara berkala wajib dilakukan oleh mereka yang sudah berusia di atas 30 tahun.  Bila hasilnya di atas normal, maka lakukan perubahan gaya hidup dan bila perlu mengonsumsi obat-obatan.

"Penyakit jantung ini sillent killer, dapat menyerang tiba-tiba dan langsung mematikan," ujarnya.

Pemeriksaan kesehatan rutin juga harus diimbangi dengan melakukan gaya hidup yang sehat, yakni mulai menjaga berat badan, pola makan sehat dan seimbang, beraktivitas fisik teratur, serta tidak merokok.  (Gibran Maulana)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.