Kompas.com - 29/01/2016, 09:03 WIB
Ilustrasi Thinkstockphotos.comIlustrasi
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Anda pasti pernah mendengar tentang probiotik dan prebiotik. Tahukah Anda perbedaan dan manfaat keduanya?
 

Prebiotik

Prebiotik adalah senyawa natural dalam makanan yang tidak dapat dicerna usus, berfungsi sebagai suplemen untuk mendorong pertumbuhan mikroorganisme baik dalam sistem pencernaan.

Prebiotik bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan pencernaan dan berpotensi meningkatkan penyerapan kalsium.

Yang termasuk prebiotik adalah fruktooligosakaarida seperti inulin dan  galaktooligosakarida. Tapi, Anda tak perlu pusing dengan nama panjang ini, ingat saja untuk memasukkan makanan sumber prebiotik ini ke dalam menu sehari-hari; pisang, bawang merah, bawang putih, daun bawang, asparagus, artichoke, kedelai dan  gandum, buah-buahan, kacang polong-polongan, serta bawang prei.

 

Probiotik

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Probiotik adalah mikroorganisme hidup atau bakteri baik yang secara natural ada di dalam usus. Kultur baik ini membantu menyeimbangkan flora di usus.

Fungsinya untuk kesehatan secara keseluruhan, kebaikan pencernaan dan meningkatkan sistem imun.

Probiotik digunakan untuk membantu mengatasi sindrom iritasi usus besar. Beberapa strain probiotik dapat membantu mencegah gejala alergi tertentu, mengurangi gejala intoleransi laktosa dan banyak lagi.

Istilah Probiotik diperkenalkan kepada masyarakat umum melalui industri suplemen makanan dan minuman, padahal sebenarnya kita sudah memperoleh bakteri baik tersebut semenjak kita dilahirkan.

Ada penelitian menyebutkan,  mikroorganisme baik ini biasanya didapat oleh bayi yang lahir secara normal.

Mungkin inilah  penyebab mengapa bayi yang lahir secara Caesar cenderung memiliki alergi, sistem imun yang kurang optimal dan jumlah mikroorganisme flora normal yang lebih rendah saat lahir dibanding yang lahir normal.

Makanan yang merupakan sumber probiotik yang baik antara lain adalah produk suusu fermentasi seperti yogurt, kefir, kimchi, miso, tempe, susu kedelai.

 

Dynamic duo

Prebiotik dan probiotik bekerja bersama-sama untuk meningkatkan kesehatan kita. Prebiotik adalah makanan bagi probiotik. Produk makanan yang mengandung keduanya disebut sinbiotik. Di dalam menu, contohnya adalah pisang dilumuri yogurt, tumis asparagus dengan tempe.

Jadi, pastikan Anda memasukkan mereka ke dalam daftar belanjaan Anda selanjutnya. Periksa label makanan yang Anda beli, adakah menuliskan sinbiotik atau tulisan 'membantu kesehatan pencernaan' di labelnya.

"Riset membuktikan, bahwa prebiotik dan probiotik tidak cuma bagus untuk pencernaan. Anda akan merasa lebih bugar dan tahan penyakit dan jantung bertambah sehat, dengan mengasup keduanya," kata Kristi King, MPH, RDN, LD, CNSC, juru bicara Academy of Nutrition and Dietetics.

Bagi yang punya masalah pencernaan atau sistem daya tahan tubuh yang lemah, sebaiknya kontak dokter nutrisi untuk mendapat takaran prebiotik dan probiotik yang harus Anda asup dan untuk berapa lama, untuk membantu Anda mencapai kesehatan yang optimal.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

14 Makanan untuk Bantu Mengatasi Sembelit

14 Makanan untuk Bantu Mengatasi Sembelit

Health
8 Penyebab Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

8 Penyebab Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

Health
4 Cara Mengobati Penyakit Prostat, Tak Selalu Perlu Operasi

4 Cara Mengobati Penyakit Prostat, Tak Selalu Perlu Operasi

Health
Ejakulasi Tertunda

Ejakulasi Tertunda

Penyakit
4 Faktor yang Memengaruhi Tumbuh Kembang Anak

4 Faktor yang Memengaruhi Tumbuh Kembang Anak

Health
Liposarkoma

Liposarkoma

Penyakit
7 Hal yang Membut Anda Mudah Merasa Lelah

7 Hal yang Membut Anda Mudah Merasa Lelah

Health
Batu Empedu

Batu Empedu

Penyakit
12 Makanan yang Mengandung Seng Tinggi

12 Makanan yang Mengandung Seng Tinggi

Health
Kelumpuhan Tidur (Sleep Paralysis)

Kelumpuhan Tidur (Sleep Paralysis)

Penyakit
4 Jenis Orang yang Rentan Mengalami Kekurangan Zat Besi

4 Jenis Orang yang Rentan Mengalami Kekurangan Zat Besi

Health
Gastroparesis

Gastroparesis

Penyakit
Apa itu Demensia? Kenali Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Apa itu Demensia? Kenali Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Health
Trikotilomania

Trikotilomania

Penyakit
Kenali Apa itu Infeksi Liver, Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Kenali Apa itu Infeksi Liver, Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.