Kombinasi Obesitas dan Diabetes Lebih Berisiko Melahirkan Anak Autis

Kompas.com - 01/02/2016, 18:03 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Anak yang lahir dari ibu dengan obesitas dan diabetes lebih berisiko mengalami autisme, hasil dari studi terbaru.

Para peneliti menemukan, anak-anak yang masuk dalam studi yang dilahirkan dari wanita dengan obesitas sebelum kehamilan hampir dua kali lebih mungkin didiagnosis dengan autisme pada usia 6 tahun, dibandingkan dengan anak-anak yang lahir dari ibu dengan berat badan normal sebelum kehamilan.

Dan bayi-bayi ang dilahirkan dari ibu dengan diabetes sebelum kehamilan, juga dua kali lebih mungkin didiagnosis dengan autisme pada usia 6 tahun, dibandingkan dengan anak-anak yang lahir dari ibu tanpa diabetes.

Namun, anak-anak yang lahir dari ibu dengan obesitas dan diabetes menunjukkan risiko terbesar. Anak-anak ini hampir empat kali lipat lebih mungkin didiagnosis dengan autisme pada usia 6 tahun, dibandingkan dengan anak-anak yang lahir dari ibu yang tidak memiliki obesitas dan diabetes.

“Studi baru menyoroti potensi bahwa autisme dimulai sebelum kelahiran, di dalam rahim,” kata penulis studi M. Daniele Fallin, ketua departemen kesehatan mental di Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, Baltimore.

Dalam studi tersebut, para peneliti mengamati tingkat autisme dan cacat intelektual pada sekitar 2.700 anak-anak.

Para peneliti juga melihat berat badan ibu pra kehamilan dan diperiksa apakah ibu menderita diabetes sebelum atau selama kehamilan. Para peneliti mengumpulkan data mereka dari catatan medis dan wawancara dengan para ibu.

Dari semua anak-anak dalam penelitian ini, 102 anak didiagnosis autisme dan 137 anak didiagnosis cacat intelektual selama enam tahun masa penelitian.

Para peneliti juga menemukan bahwa anak-anak yang lahir drai ibu dengan obesitas dan diabetes juga memiliki peningkatan risiko cacat intelektual, dibandingkan dengan bayi yang lahir dari ibu tanpa obesitas dan diabetes.

Mekanisme yang menghubungkan ibu obesitas dan diabetes dengan risiko anak autis masih belum jelas, kata para peneliti.

Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa obesitas dan diabetes dapat mengganggu fungsi sistem kekebalan tubuh ibu dan selanjutnya dapat berpengaruh memberi kontribusi pada perkembangan autisme pada anak, ungkap para peneliti.

Hasil penelitian menunjukkan, bahwa besitas dan diabetes keduanya juga dapat meningkatkan peradangan dalam tubuh ibu hamil, sehingga dapat berdampak pada perkembangan janin, termasuk jaringan otak yang berperan pada munculnya autisme pada anak.

“Mekanisme lain yang mungkin terjadi, berhubungan dengan folat, ada bukti yang muncul bahwa suplemen folat merupakan faktor protektif untuk autisme,” kata Fallin.

Penelitian telah menunjukkan bahwa obesitas dapat mengganggu penyerapan folat. Karena itu, jika seorang wanita kelebihan berat badan, tubuhnya jauh lebih sulit mengolah bahan kimia, sehingga dapat berkontribusi  terhadap peningkatan risiko autisme pada janin.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X