Kompas.com - 07/02/2016, 13:55 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Sebuah studi menunjukkan bahwa, anak yang dibiasakan mendengarkan cerita-cerita sejak dini dan dikenalkan dengan kebiasaan membaca, memiliki perkembangan jaringan otak yang lebih awal.

Sebaliknya, anak yang tidak dikenalkan dengan kebiasaan membaca memiliki perkembangan yang kurang pada jaringan tersebut.

Anak-anak balita dengan orangtua yang rutin membacakan buku untuk mereka, mengalami perbedaan perilaku dan prestasi akademik dengan anak-anak dengan orangtua yang cenderung pasif dalam membacakan buku.

Dan menurut sebuah studi baru yang diterbitkan pada hari Senin lalu dalam jurnal Pediatrics menemukan, perbedaan juga terjadi pada aktivitas otak anak.

Peneliti mengamati perubahan aktivitas otak anak-anak usia 3 sampai 5 yang mendengarkan orangtua mereka membacakan buku melalui scan otak yang disebut functional magnetic resonance imaging (fMRI).

Lalu, orangtua menjawab pertanyaan tentang berapa banyak mereka membaca untuk anak-anak mereka serta seberapa sering melakukan komunikasi.

Para peneliti melihat bahwa, ketika anak-anak sedang mendengarkan orangtua bercerita, sejumlah daerah di bagian kiri otak menjadi lebih aktif.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ini adalah daerah yang terlibat dalam memahami arti dari kata-kata, konsep dan juga memori. Wilayah otak ini juga menjadi aktif ketika anak-anak bercerita atau membaca.

Studi ini menunjukkan, bahwa perkembangan daerah ini dimulai pada usia yang sangat muda, kata Tzipi Horowitz-Kraus, direktur program dari Reading and Literacy Discovery Center di Cincinnati Children's Hospital.

Horowitz-Kraus adalah salah satu penulis studi yang dipimpin oleh Dr. John S. Hutton, dokter anak di rumah sakit yang sama.

Halaman:

Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sindrom Albright

Sindrom Albright

Health
4 Hal yang Harus Dilakukan saat Orang Terdekat Mengalami Depresi

4 Hal yang Harus Dilakukan saat Orang Terdekat Mengalami Depresi

Health
13 Penyebab Menstruasi Tidak Teratur, Tidak Bisa Disepelekan

13 Penyebab Menstruasi Tidak Teratur, Tidak Bisa Disepelekan

Health
Fibroid Rahim

Fibroid Rahim

Penyakit
4 Cara Meningkatkan Hemoglobin dalam Darah

4 Cara Meningkatkan Hemoglobin dalam Darah

Health
Nyeri Panggul

Nyeri Panggul

Penyakit
7 Cara Mengobati Prostatitis dengan Obat, Perawatan Medis, dan Alami

7 Cara Mengobati Prostatitis dengan Obat, Perawatan Medis, dan Alami

Health
Nyeri Dada

Nyeri Dada

Penyakit
17 Penyebab Sel Darah Putih Tinggi, Bisa Tanda Infeksi sampai Kanker

17 Penyebab Sel Darah Putih Tinggi, Bisa Tanda Infeksi sampai Kanker

Health
Hernia Hiatus

Hernia Hiatus

Penyakit
Mual Muntah Tanda Kehamilan, Apakah Bisa Jadi Berbahaya?

Mual Muntah Tanda Kehamilan, Apakah Bisa Jadi Berbahaya?

Health
Batuk Kering

Batuk Kering

Penyakit
Minum Air Dingin Setiap Hari, Apakah Buruk bagi Kesehatan?

Minum Air Dingin Setiap Hari, Apakah Buruk bagi Kesehatan?

Health
Katatonia

Katatonia

Penyakit
Tak Hanya Kanker, Ini 3 Penyebab Munculnya Benjolan di Tubuh

Tak Hanya Kanker, Ini 3 Penyebab Munculnya Benjolan di Tubuh

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.