Kompas.com - 07/02/2016, 15:03 WIB
Ilustrasi. ShutterstockIlustrasi.
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Ada beberapa orangtua menolak untuk memvaksin anaknya karena berbagai alasan. Salah satunya, karena mereka menganggap vaksin tidak efektif mencegah penyakit, bahkan bisa menyebabkan gangguan mental seperti autis dan penyakit kronis. Ini terjadi di Indonesia. Juga terjadi di Amerika Serikat.

Menurut National Committee on Quality Assurance (NCQA), jumlah anak-anak peserta vaksin tahun kemarin turun 3,5 persen dari tahun sebelumnya.

Benarkah vaksin berbahaya untuk anak-anak? Yuk, kita luruskan anggapan-anggapan negatif tersebut di sini.


1. Mitos: Vaksin tidak memberantas penyakit.
Satu-satunya penyakit yang jauh berkurang, bahkan di beberapa tempat tidak lagi ditemukan adalah cacar. Penyakit lainnya datang dan pergi seperti batuk rejan dan campak. Atau polio, di negara-negara berkembang.

Jika Anda berharap vaksin bisa memberantas semua virus selamanya, itu tidak akan terjadi, karena vaksin adalah upaya perlindungan untuk Anda atau anak Anda secara pribadi - bukan untuk memberantas keberadaan virus di dunia ini selamanya.

2. Mitos: Jadwal vaksin yang diberikan dokter terlalu berlebihan banyaknya untuk anak-anak.
Vaksin adalah tantangan sepele jika dibandingkan apa yang dihadapi anak-anak setiap hari. Udara dan lingkungan sekitar anak-anak mengandung bakteri, mikroba dan virus dalam jumlah yang sangat banyak.

Anak-anak terpapar olehnya dan kebanyakan mereka baik-baik saja, kata Paul Offit, Kepala Divisi Penyakit Infeksi dari Rumah Sakit Anak Philadelphia.

Para pakar imunologi di University of California, San Diego, pernah mengadakan percobaan untuk melihat seberapa banyak tantangan imunologi yang bisa dihadapi oleh seseorang yang sehat dalam satu waktu.

Setelah mengevalusi berbagai senyawa dalam vaksin, termasuk bakteri protein, bakteri polisakarida dan berbagai virus, mereka menemukan bahwa anak-anak dapat dengan aman merespon sebanyak 100.000 vaksin dalam dosis terukur, sekaligus.

CDC merekomendasikan anak-anak mendapat hanya 14 jenis vaksin dalam waktu dua tahun.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X