Kompas.com - 11/02/2016, 20:00 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
EditorLusia Kus Anna
KOMPAS.com - Kesehatan jantung ternyata dipengaruhi oleh banyak hal. Bukan hanya pola makan dan aktivitas fisik, tapi juga pola istirahat.

Durasi tidur yang lebih sedikit dibanding yang direkomendasikan ternyata bisa menyebabkan sakit jantung di masa depan.

Salah satu penyebab mengapa jantung mudah terpengaruh oleh kurang tidur adalah karena tubuh kita mengalami tahapan psikologikal selama tidur.

Ketika tidur energi kita dipulihkan, tekanan darah turun, hormon dilepaskan, pernapasan melambat, otot-otot menjadi rileks, dan terjadi peningkatan suplai darah. Selain itu jaringan akan diperbaiki dan bertumbuh.

"Jika kita mengorbankan waktu tidur atau kualitas tidur rendah, proses yang penting itu tidak terjadi seperti seharusnya," kata Dr.Michael Grandner, direktur program riset tidur dan kesehatan dari University of Arizona College of Medicine.

Mereka yang durasi tidurnya sekitar 6 jam atau kurang setiap malam, kualitas kesehatannya memang lebih rendah. Mereka rentan sakit diabetes, sakit jantung, dan obesitas.

Walau begitu, orang yang tergolong tidur lama, atau tidur lebih dari 9 jam setiap malam, ternyata tidak memiliki umur panjang seperti yang tidur 7-8 jam.

Memang ada hari-hari tertentu di mana kita kurang tidur. Tapi bukan berarti kita akan sakit jantung atau stroke. Risiko itu bakal meningkat pada mereka yang sehari-harinya kurang tidur.

Mereka yang kurang tidur beresiko tinggi menderita tekanan darah tinggi, obesitas, diabetes tipe 2, serta kolesterol tinggi. Semuanya adalah faktor risiko terjadinya penyakit jantung.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Health
Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Health
10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

Health
Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Health
Sindrom Steven-Johnson

Sindrom Steven-Johnson

Penyakit
Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Health
Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Health
Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Health
Apa Penyebab Kulit Kering?

Apa Penyebab Kulit Kering?

Health
4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

Health
8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

Health
Sindrom Asperger

Sindrom Asperger

Penyakit
Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Health
Gagal Ginjal

Gagal Ginjal

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.