Kompas.com - 15/02/2016, 17:00 WIB
EditorLusia Kus Anna
KOMPAS.com - Langgeng tidaknya biduk pernikahan ternyata bisa diprediksi dari hormon oksitosin alias hormon cinta. Yuk, berkenalan dengan hormon ini.

Oksitosin adalah molekul yang kuat. Kehadiran hormon ini akan mempererat ikatan sosial pada hewan. Sementara itu pada manusia oksitosin memengaruhi pola pengasuhan dari orangtua ke anaknya.

lebih dari itu, hormon oksitosin juga berperan dalam keintiman. Pria dan wanita memproduksi oksitosin dalam jumlah yang sama.

Dalam sebuah penelitian ditemukan, jika kadar oksitosin rendah selama kehamilan dan setelah persalinan, pasangan suami istri lebih besar kemungkinannya bercerai saat anak berusia 2,5 tahun.

"Level oksitosin yang rendah saat hamil terkait dengan risiko gagalnya pernikahan saat anak masih usia balita," kata ketua peneliti Jennifer Bartz, seorang psikolog.

Hormon oksitosin diketahui memengaruhi kesuksesan sebuah hubungan dengan mengubah cara seseorang menghadapi stres atau pengasuhan.

Tetapi bagaimana pun penelitian ini masih berupa dugaan. Lagi pula sangat jarang pasangan bercerai di usia awal seorang anak.

Bahkan jika ada masalah dalam perkawinan, orangtua biasanya termotivasi untuk tetap bersama-sama demi anak mereka.

Dalam jumlah yang rendah, oksitosin sangat mungkin memengaruhi keintiman suami istri, termasuk kepuasan seksual.

Salah satu hal yang bisa membuat kadar hormon cinta rendah selama kehamilan dan setelah melahirkan adalah tidak adanya bantuan atau dukungan dari orang sekitar saat seorang wanita menjalankan peran barunya sebagai ibu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.