Kompas.com - 20/02/2016, 19:00 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
EditorLusia Kus Anna
KOMPAS.com - Diet Paleo yang diklaim bisa menurunkan berat badan dan membangun otot ternyata masih menimbulkan kontroversial. Menurut studi terbaru, diet Paleo tidak sesehat yang dikira.

Diet Paleo atau disebut dengan diet manusia gua ini mendorong seseorang untuk mengurangi karbohidrat tetapi tinggi lemak. Kita bisa mendapatkan protein dari daging sapi, ikan, seafood, serta kacang-kacangan.

Makanan yang dilarang adalah produk susu, sereal dan serelia, kentang, gula yang dihaluskan, serta makanan yang diproses dan asin.

Dalam hasil penelitian terbaru yang dilakukan oleh tim dari Universitas Melbourne disebutkan bahwa diet Paleo justru meningkatkan berat badan dan "berbahaya".

Ketua peneliti, Sof Andrikopoulus mengklaim, jenis diet seperti ini tidak direkomendasikan, terutama pada orang yang sudah kegemukan dan memiliki gaya hidup kurang bergerak.

"Diet rendah karbohidrat dan tinggi lemak sangat populer, tapi tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan diet ini efektif," kata Andrikopoulus.

Diet rendah karbohidrat dan tinggi lemak justru berbahaya bagi orang yang sudah pra-diabetes atau diabetes.

"Bila orang yang jarang bergerak mengadopsi diet Paleo, mereka justru makin kegemukan," kata Andrikopoulus yang merupakan Presiden Australian Diabetes Society.

Ia dan timnya meneliti manfaat diet Paleo pada mereka yang sudah masuk dalam kategori pra-diabetes (kadar gula darah di atas normal tapi belum masuk kategori diabetes).

Penelitian dilakukan pada tikus gemuk yang pradiabetes. Selama 8 minggu tikus-tikus tersebut dibagi dalam dua kelompok pola makan, yakni pola makan rendah karbo tinggi lemak, serta pola makan normal.

Ternyata setelah 8 minggu kadar intoleransi glukosa tikus yang diet Paleo memburuk. Kadar insulin mereka juga meningkat. Meski demikian apa yang terjadi pada tikus belum pasti juga akan terjadi manusia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Dailymail
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Minuman Pelega Sakit Tenggorokan dan Jaga Daya Tahan Tubuh

5 Minuman Pelega Sakit Tenggorokan dan Jaga Daya Tahan Tubuh

Health
Benarkah Ibu Menyusui Tak Boleh Konsumsi Makanan Pedas?

Benarkah Ibu Menyusui Tak Boleh Konsumsi Makanan Pedas?

Health
Sindrom Zollinger-Ellison (ZES)

Sindrom Zollinger-Ellison (ZES)

Penyakit
Benarkah Susu Sapi Ampuh Redakan Gejala Heartburn?

Benarkah Susu Sapi Ampuh Redakan Gejala Heartburn?

Health
Limfangitis

Limfangitis

Penyakit
Terlihat Sama, Ini Beda Depresi dan PTSD

Terlihat Sama, Ini Beda Depresi dan PTSD

Health
Penyakit Jantung Rematik

Penyakit Jantung Rematik

Penyakit
3 Cara Mengatasi Bayi Sungsang secara Alami dan Medis

3 Cara Mengatasi Bayi Sungsang secara Alami dan Medis

Health
Pahami 5 Gejala Awal Kanker Usus

Pahami 5 Gejala Awal Kanker Usus

Health
6 Gejala Asam Urat di Lutut

6 Gejala Asam Urat di Lutut

Health
Karsinoma Sel Skuamosa

Karsinoma Sel Skuamosa

Penyakit
10 Penyebab Sakit Perut Bagian Atas

10 Penyebab Sakit Perut Bagian Atas

Health
Rahim Turun

Rahim Turun

Penyakit
6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

Health
Herniasi Otak

Herniasi Otak

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.