Kompas.com - 27/02/2016, 09:21 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

JAKARTA, KOMPAS.com - Sering duduk merupakan kebiasaan sehari-hari yang sulit dihindari, khusunya bagi orang-orang di perkotaan. Pekerja kantoran misalnya, dalam sehari bisa duduk selama 6-8 jam. Bermain game, terlalu lama menggunakan gadget juga menggunakan waktu berjam-jam untuk duduk.

Apalagi, saat ini semua serba mudah dan praktis. Seseorang bisa berbelanja hingga makan hanya dengan memesan secara online.

Terlalu lama duduk sehingga kurang bergerak aktif selama ini dikaitkan dengan peningkatan risiko obesitas, diabetes, jantung, hingga stroke.

Dokter spesialis kedokteran olahraga, Andi Kurniawan mengungkapkan, peningkatan risiko berbagai penyakit itu telah dibuktikan dalam sejumlah penelitian.

"Banyak duduk enggak bagus. Sesaat setelah duduk, aktivitas elektrik di otot kaki berhenti," terang Andi dalam acara jumpa pers gerakan #CelebrateHealth Combiphar di Jakarta, Jumat (26/2/2016).

Andi mengungkapkan, semakin lama duduk, risiko terkena penyakit pun semakin tinggi. Untuk itu, Andi mengajak setiap orang untuk aktif bergerak setidaknya setiap dua jam sekali.

"Setelah dua jam hanya duduk saja, tingkat HDL (kolesterol baik) turun 20 persen," ungkap Andi.

Gaya hidup kurang aktif sangat merugikan kesehatan bahkan menurunkan usia harapan hidup seseorang. Gaya hidup kurang aktif menjadi ancaman kesehatan di seluruh dunia seiring berkembangnya teknologi.

Bergerak aktif, lanjut Andi bisa dilakukan mulai dari hal-hal kecil, seperti memilih naik tangga dibanding lift saat di kantor, memarkir mobil lebih jauh dari kantor, hingga membeli sendiri makanan atau tidak meminta tolong office boy.

Selain itu, rutinlah olahraga minimal 150 menit per minggu atau 30 menit per hari. Selain menyehatkan secara fisik, olahraga juga dapat mengurangi stres karena olahraga merangsang produksi hormon endorfin.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.