Faktor Penyebab Kanker yang Tak Terduga

Kompas.com - 06/03/2016, 19:05 WIB
Ilustrasi shutterstockIlustrasi
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Anda mungkin sudah menjalankan pola hidup penangkal kanker, tapi penelitian yang dilakukan John Hopkins University menemukan, dua pertiga kasus kanker pada orang dewasa dipicu mutasi gen yang menyerang orang secara acak, dan akhirnya menimbulkan tumor. Dengan kata lain, kasus tumor terbanyak adalah karena faktor ketidakberuntungan.

Penelitian ini dimulai dari keingintahuan peneliti mengapa ada jaringan tubuh, misalnya di usus kecil dan pankreas yang memiliki risiko kanker lebih tinggi dibanding yang lainnya.

Jadi mereka melacak jumlah divisi sel induk yang ada di 31 jenis jaringan, membandingkannya dengan risiko kanker sepanjang hidup di jaringan yang sama.

Kesimpulan yang mereka dapatkan adalah semakin tinggi jumlah pembelahan sel jaringan, semakin tinggi tingkat risiko kanker.

"Studi kami menunjukkan bahwa secara umum, perubahan dalam jumlah pembelahan sel induk di suatu jenis jaringan sangat berkorelasi dengan perubahan dalam kejadian kanker pada jaringan yang sama," kata penyelidik studi Bert Vogelstein, M.D., profesor onkologi Johns Hopkins University School of Medicine.

Artinya, semakin banyak pembelahan sel yang terjadi , semakin besar terjadi risiko mutasi acak dan semakin ganas perkembangan kanker.

Jadi, apakah ini berarti kita tak perlu menerapkan pola hidup sehat? Tidak demikian. Meski ada 22 jenis kanker sangat berhubungan dengan faktor mutasi gen, ada sembilan jenis lainnya yang lebih terkait oleh pola hidup.

Sembilan jenis kanker itu di antaranya adalah, kanker kulit, leher, kepala, kolon dan rektum (usus besar dan anus), dan kanker paru-paru. Kesembilan jenis kanker ini, selain berkaitan erat dengan pola hidup, juga ada hubungannya dengan faktor keturunan.

Karena itu, pemeriksaan kesehatan secara rutin sangat diperlukan untuk dapat mendeteksi keberadaan kanker sejak dini, sebelum berkembang membahayakan nyawa.

Hal lainnya yang perlu dipahami adalah, kalimat mutasi gen secara acak bukan berarti benar-benar secara acak. Sebaliknya, kanker mungkin timbul sebagai akibat dari faktor gaya hidup .

"Angka mutasi lebih tinggi pada mereka yang terpapar racun karena gaya hidup serampangan, dan lebih rendah pada mereka yang konsekuen melakukan pola hidup sehat," jelas David Katz, M.D., M.P.H, direktur Yale University Prevention Research Center.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X