Kompas.com - 17/05/2016, 10:13 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com -Rasa nyeri di dada seolah ada gajah menduduki kita, dikenal sebagai gejala serangan jantung yang umum. Nyatanya, hampir setengah dari semua serangan jantung yang terjadi kemungkinan tidak memunculkan gejala.

Penelitian yang diterbitkan di jurnal Circulation menunjukkan, 45 persen dari semua kasus serangan jantung di Amerika Serikat tidak bergejala.Meski tidak bergejala, bukan berarti serangan jantung tersebut lebih aman dibanding serangan yang bergejala.

Para peneliti mengambil data sekitar 9.500 orang yang terdaftar di Atherosclerosis Risk in Communities Study. Hasilnya ditemukan, 317 orang mengalami serangan jantung diam dan 386 orang mengalami serangan jantung bergejala.

Para peneliti juga mengamati data tersebut selama dua dekade untuk mengumpulkan informasi mengenai tingkat kematian. Peneliti menemukan, serangan jantung secara diam-diam itu meningkatkan risiko seseorang meninggal dunia karena penyakit jantung sebesar tiga kali lipat dibanding serangan jantung yang bergejala.

Dokter melihat tanda-tanda serangan jantung diam menggunakan alat ekokardiogram (EKG), yaitu alat yang mengukur aktivitas listrik jantung. Alat itu menunjukkan, mereka yang pernah terkena serangan jantung tak bergejala memiliki perubahan aktivitas listrik jantung.

Peneliti juga menemukan, meski serangan jantung yang diam lebih sering ditemui pada pria, serangan jantung ini lebih berisiko menyebabkan kematian jika terjadi pada wanita.

Direktur Pusat Penelitian Epidemiologi Kardiologi Wake Forest Baptist Medical Center di Carolina Utara, Dr Elsayed Soliman mengatakan, serangan jantung yang diam justru lebih berbahaya. Menurut dia, banyak pasien yang tak sadar telah mengalami serangan jantung. Akhirnya, mereka pun tak segera mencari pengobatan untuk melakukan pencegahan.

Serangan jantung terjadi ketika pembuluh darah yang membawa darah ke jaringan otot jantung tersumbat. Tanpa aliran darah tersebut, jantung pun tidak bisa bekerja. Serangan jantung tidak selalu bergejala nyeri dada, sesak napas, hingga pusing. Menurut Elsayed, pesan dari hasil penelitian ini adalah semua orang seharusnya menjaga kesehatan jantung.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.