Kompas.com - 10/06/2016, 11:31 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

JAKARTA, KOMPAS.com - Kebiri kimiawi diusulkan akan menjadi hukuman tambahan bagi pelaku kejahatan seksual pada anak. Kebiri kimiawi yang dimaksud adalah dengan memberikan obat antitestoteron atau antiandrogen.

Obat tersebut akan menghambat produksi testoteron sehingga gairah seks menurun. Namun, menurut dokter spesialis andrologi Wimpie Pangkahila, hukuman kebiri tidak efektif untuk memimbulkan efek jera pada pelaku.

Perlu diketahui, gairah seksual pun tidak hanya dipengaruhi oleh kadar testoteron. "Gairah seksual juga dipengaruhi kondisi kesehatan secara umum, psikis, dan pengalaman seksual sebelumnya. Kalau pengalaman seksual bagus maka akan melekat di otak," terang Wimpie kantor Ikatan Dokter Indonesia, Jakarta, Kamis (10/6/2016).

Wimpie mengungkapkan, jika pemberian obat antitestoteron dihentikan, pelaku kejahatan seksual bisa kembali memiliki gairah seksual.

Dokter spesialis kesehatan jiwa Danardi Sosrosumihardjo menambahkan, tindak kejahatan seksual pada anak umumnya dilakukan oleh paedofil atau orang yang memiliki preferensi seksual menyimpang.

Padeofil memiliki ketertarikan seksual pada anak-anak. Ada juga seseorang menjadi paedofil karena tidak mampu melampiaskan hasrat seksual kepada pasangannya. Nah, dorongan seksual yang dilakukan oleh paedofil pun tak hanya dipicu oleh hormon testoteron.

"Faktor lain yang memicu seseorang jadi paedofil yakni adanya gangguan kepribadian. Salah satunya kepribadian anti sosial, gangguan penyalahgunaan seks, kurang rasa percaya diri, gangguan pengendalian impuls atau gangguan mental lainnya," ungkap Danardi.

Untuk itu, menurut Danardi, selain hukuman maksimal, pelaku perlu mendapat rehabilitasi agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Tetanus
Tetanus
PENYAKIT
Limfangitis
Limfangitis
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa Perbedaan Vegetarian dan Vegan?

Apa Perbedaan Vegetarian dan Vegan?

Health
4 Tanda Diabetes yang Sering Tak Disadari

4 Tanda Diabetes yang Sering Tak Disadari

Health
8 Makanan yang Dapat Menyehatkan kulit

8 Makanan yang Dapat Menyehatkan kulit

Health
Mengapa Diabetes Dapat Menyebabkan Nyeri Sendi?

Mengapa Diabetes Dapat Menyebabkan Nyeri Sendi?

Health
4 Cara Untuk Menstimulasi dan Mempercepat Proses Persalinan

4 Cara Untuk Menstimulasi dan Mempercepat Proses Persalinan

Health
Splenomegali

Splenomegali

Penyakit
4 Faktor Risiko Penyakit Jantung

4 Faktor Risiko Penyakit Jantung

Health
Orkitis

Orkitis

Penyakit
14 Tips Merawat Kaki Penderita Diabetes

14 Tips Merawat Kaki Penderita Diabetes

Health
Venustraphobia

Venustraphobia

Penyakit
10 Makanan dan Minuman untuk Redakan Sakit Perut

10 Makanan dan Minuman untuk Redakan Sakit Perut

Health
Hernia Epigastrium

Hernia Epigastrium

Penyakit
Kenali 11 Ciri-ciri Asam Lambung Naik

Kenali 11 Ciri-ciri Asam Lambung Naik

Health
Insufisiensi Trikuspid

Insufisiensi Trikuspid

Penyakit
Apakah Kerusakan Saraf Akibat Diabetes Bisa Disembuhkan?

Apakah Kerusakan Saraf Akibat Diabetes Bisa Disembuhkan?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.