Kompas.com - 22/06/2016, 19:45 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Anak-anak sekarang cenderung mengalami masa pubertas lebih awal. Pada anak perempuan, banyak yang sudah mulai pubertas di usia 6-7 tahun.

Menurut Dr.Frank Biro, dokter anak dari Cininnati Children's Hospital Medical Center, kecenderungan pubertas dini bukan hanya dialami anak perempuan tapi juga anak laki-laki.

"Secara umum, usia 7 tahun kini dianggap sebagai usia normal seorang anak menunjukkan tanda-tanda pubertas," kata Louise Greenspan, dokter endokrinologi anak.

Pubertas terlalu dini atau disebut juga dengan pubertas prococious merupakan istilah medis untuk pubertas yang terjadi sebelum anak perempuan berusia 8 tahun dan anak laki-laki usia 9 tahun.

Di Indonesia, fenomena pubertas dini juga terjadi. Menurut Riset Kesehatan Dasar 2010, sekitar 5,2 persen dari populasi anak di 17 provinsi di Indonesia mengalami masa haid pertama (menarche) sebelum 12 tahun.

Indonesia menempati urutan ke-15 dari 67 negara dengan penurunan usia haid pertama 0,145 tahun per dekade.

Dampak dari pubertas yang terlalu dini ini bervariasi. Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Pediatrics menunjukkan, anak yang mengalami pubertas dini beresiko tinggi mengalami depresi.

Pertumbuhan organ seks sekunder dan juga organ reproduksi saat pubertas bisa membuat anak merasa berbeda dengan teman-teman sebayanya. Mereka jadi rentan mengalami masalah emosional seperti bingung, dan stres. Pendampingan dari orangtua sangat penting pada fase perkembangan anak ini.

Dalam jangka panjang, pubertas dini juga membuat mereka beresiko mengalami obesitas, diabetes tipe dua, dan kanker payudara. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Foxnews
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Cara Mengobati Kanker Usus, Terapi Obat sampai Operasi

6 Cara Mengobati Kanker Usus, Terapi Obat sampai Operasi

Health
Penyebab Hipertensi pada Lansia dan Cara Mencegahnya

Penyebab Hipertensi pada Lansia dan Cara Mencegahnya

Health
7 Herbal yang Berkhasiat untuk Menjaga Kesehatan Jantung

7 Herbal yang Berkhasiat untuk Menjaga Kesehatan Jantung

Health
Pelonggaran Aturan Pakai Masker Bikin Cemas, Begini Cara Mengatasinya…

Pelonggaran Aturan Pakai Masker Bikin Cemas, Begini Cara Mengatasinya…

Health
6 Cara Mencegah Kanker Usus Besar

6 Cara Mencegah Kanker Usus Besar

Health
Update Hepatitis Akut: 4 Orang Bisa Sembuh

Update Hepatitis Akut: 4 Orang Bisa Sembuh

Health
4 Gejala Flu Singapura yang Perlu Diwaspadai

4 Gejala Flu Singapura yang Perlu Diwaspadai

Health
Mengapa Sarapan Penting untuk Kesehatan?

Mengapa Sarapan Penting untuk Kesehatan?

Health
Mengapa Manusia Butuh Protein?

Mengapa Manusia Butuh Protein?

Health
Mengapa Stres Bisa Membuat Kita Jatuh Sakit?

Mengapa Stres Bisa Membuat Kita Jatuh Sakit?

Health
Mengapa Stres Bisa Menganggu Siklus Menstruasi?

Mengapa Stres Bisa Menganggu Siklus Menstruasi?

Health
Pentingnya Vaksin Kanker Serviks

Pentingnya Vaksin Kanker Serviks

Health
Gejala Klamidia, Infeksi Menular Seksual yang Suka Muncul Diam-diam

Gejala Klamidia, Infeksi Menular Seksual yang Suka Muncul Diam-diam

Health
7 Penyebab Hipertensi pada Anak

7 Penyebab Hipertensi pada Anak

Health
Flu Tulang

Flu Tulang

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.