Kompas.com - 13/08/2016, 17:00 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Pria yang masih berusia produktif dan ingin memiliki keturunan, tentu wajib menjaga kesuburannya. Salah satu hal yang ikut berpengaruh pada kesuburan pria ternyata adalah pilihan profesi.

Menurut Dr.Kasyunnil Kamal, dokter spesialis okupansi dari RS Bunda Jakarta, ada 4 faktor yang memengaruhi kesuburan pria, yaitu faktor kimia, fisika, psikologi, dan campuran.

Bahaya dari pekerjaan biasanya adalah faktor kimia dan fisika. Pria yang sering terpapar panas, bahan kimia, atau radiasi, dapat memengaruhi kualitas dan jumlah sperma. Radiasi juga bisa menyebabkan ketiadaan sperma dalam cairan semen.

"Faktor kimia yang harus diwaspadai misalnya saja paparan bahan metal, pestisida, estrogen dan turunannya yang ditemukan dalam bahan farmasi," kata Kasyunnil.

Ia menambahkan, faktor fisika seperti pajanan panas dan radiasi akan memengaruhi jumlah sperma. "Agar testis memproduksi sperma dibutuhkan suhu sekitar 4 derajat lebih rendah dari suhu normal tubuh," katanya.

Beberapa bidang pekerjaan yang paling beresiko menurut Kasyunnil antara lain pengelasan, pertambangan, dan juga sopir.

Walau demikian, paparan bahan-bahan kimia dan radiasi itu baru memberikan efek dalam jangka panjang. "Setiap zat kimia itu ada ambang batasnya. Kalau sudah menumpuk yang mengalami kerusakan bukan hanya organ reproduksi tapi juga organ tubuh lainnya, misalnya saja beresiko gagal ginjal atau kanker," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bahaya tersebut pada dasarnya dapat dicegah, mulai dari pemberian informasi kepada karyawan akan bahaya dan cara melindungi diri, menghindari kontak kulit, mencuci tangan, dan sebagainya.

Ditambahkan oleh dr.Sigit Solichin, spesialis urologi, semua bidang pekerjaan bisa saja memiliki empat faktor tadi, tak terkecuali orang kantoran. "Misalnya saja setiap berangkat dan pulang kerja naik motor dan terpapar polusi di jalan raya. Itu juga mengancam kesuburan," katanya.

Untuk meminimalkan risiko, calon ayah wajib menjaga kesehatannya dengan cara mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga rutin, tidak merokok dan minum alkohol, serta mengendalikan stres.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Aerophobia
Aerophobia
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baby Bottle Tooth Decay

Baby Bottle Tooth Decay

Penyakit
7 Rempah-rempah dan Manfaatnya bagi Kesehatan

7 Rempah-rempah dan Manfaatnya bagi Kesehatan

Health
Aerophobia

Aerophobia

Penyakit
5 Olahraga Aman untuk Ibu Hamil

5 Olahraga Aman untuk Ibu Hamil

Health
Penyakit Peyronie

Penyakit Peyronie

Penyakit
6 Manfaat Kaviar dan Alasan Harganya Mahal

6 Manfaat Kaviar dan Alasan Harganya Mahal

Health
Penyakit Retina

Penyakit Retina

Penyakit
6 Cara Menjaga Kuantitas dan Kualitas Produksi ASI

6 Cara Menjaga Kuantitas dan Kualitas Produksi ASI

Health
Bronkopneumonia

Bronkopneumonia

Penyakit
3 Minuman yang Baik Dikonsumsi oleh Penderita Asma

3 Minuman yang Baik Dikonsumsi oleh Penderita Asma

Health
Ruam Popok

Ruam Popok

Penyakit
8 Cara Menurunkan Kadar Asam Urat secara Alami Tanpa Obat

8 Cara Menurunkan Kadar Asam Urat secara Alami Tanpa Obat

Health
Gagal Ginjal Akut

Gagal Ginjal Akut

Penyakit
Bisa Jadi Gejala Penyakit Serius, Kenali Penyebab Nyeri Lengan Kiri

Bisa Jadi Gejala Penyakit Serius, Kenali Penyebab Nyeri Lengan Kiri

Health
Orthorexia

Orthorexia

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.